Kompas.com - 09/01/2018, 20:05 WIB
Penyu laut menetas Penyu laut menetas
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Tidak semua makhluk hidup terlahir dengan jenis kelamin. Penyu hijau yang hidup di laut, misalnya. Suhu di tanah yang mengerami telur penyulah yang akan memengaruhi jenis kelamin saat embrio tumbuh.

Namun, kekhasan biologis penyu ini justru membuat masa depan mereka suram.

Sebuah laporan terbaru oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Amerika Serikat bersama Departemen Lingkungan Hidup dan Pelestarian Lingkungan Australia yang terbit di Current Biology, Senin (8/1/2018), menunjukkan bahwa penyu cenderung akan memiliki jenis kelamin betina saat suhu di sekitarnya lebih hangat.

Dikutip dari Financial Express, Selasa (9/1/2018); Camryn Allen, seorang peneliti kelautan biologi di NOAA mengatakan, suhu sangat penting untuk populasi penyu.

Baca juga : Alasan Peneliti Paksa 150 Anak Penyu Berjalan di Atas Treadmill 

"Mereka menghasilkan 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan pada suhu sekitar 29 derajat Celsius. Jika ada variasi sekitar satu sampai dua derajat, risikonya semua telur menjadi betina atau mati," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, bencana sudah terjadi. Allen dan kolega menemukan bahwa jumlah penyu hijau laut jantan terus menurun dalam kurun waktu dua dekade terakhir.

Bahkan, sekitar 99 persen penyu hijau muda dan 87 persen penyu dewasa, atau 90 persen dari seluruh populasi, di kawasan pulau Raine yang memiliki luas 32 hektar di tepi luar Great Barrier Reef, Australia, berjenis kelamin betina. Ibaratnya, satu penyu muda jantan ada di antara 116 penyu betina.

"Ini sangat ekstrem. Sebab, hanya ada beberapa penyu jantan di antara ratusan penyu betina. Kami sangat terkejut," kata Allen dikutip dari National Geographic, Senin (8/1/2018).

Dari fakta tersebut, para peneliti ingin menunjukkan bahwa kenaikan suhu di seluruh dunia dapat mengubah populasi penyu. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan baru tentang kerugian global pada spesies yang tergantung pada suhu.

Baca juga : Makin Mengerikan, Tiap Tahun 1.000 Penyu Mati akibat Sampah Plastik  

"Coba bayangkan apa yang akan terjadi 20 tahun lagi jika tidak ada lagi penyu jantan dewasa? Apakah mereka akan bisa mempertahankan populasi?," ujar ahli biologi kelautan Michael Jensen, penulis utama dan peneliti dari NOAA Southwest Fisheries Science Center di La Jolla, California.

Meski demikian, Allen dan Jensen juga memberikan kabar baik terkait konservasi penyu laut.

Mereka berkata bahwa strategi manajemen yang baik, seperti meneduhkan pantai dan menyiram air ke area bertelur penyu, bisa menyelamatkan kehidupan spesies ini.

"Kita masih punya waktu. Penyu masih memiliki cara untuk beradaptasi, ini hanya masalah apakah penyu dapat beradaptasi dengan cukup cepat," ujar Allen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.