Kompas.com - 25/12/2017, 17:00 WIB
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

Kedua beruang tersebut bisa diselamatkan setelah pihak berwenang melacak telepon genggam pemiliknya. Kini keduanya dirawat oleh Suaka Margasatwa Parsa, sebuah cagar alam terbesar di Nepal.

Tradisi beruang menari sendiri berasal dari abad ke-13. Saat itu, para pelatih yang berasal dari suku Qalandar Muslim menikmati perlindungan kerajaan dan tampil di hadapan orang kaya serta berkuasa.

Baca juga: Setelah 80 Tahun, 500 Beruang Pulang Kampung karena Perubahan Alam

Di India, praktek ini telah berakhir pada 2012 setelah larangan resminya keluar pada tahun 1972.

Beruang sloth merupakan spesies terancam punah yang hanya ditemukan di India, Nepal, Sri Lanka, dan Bhutan. Menurut IUCN, penyebab punahnya hewan ini adalah habitat yang menyusut dan maraknya perburuan liar.

Bahkan IUCN telah menempatkan mereka dalam daftar merah spesies yang terancam punah karena jumlahnya diperkirakan hanya tinggal 20.000 ekor saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.