Kompas.com - 22/12/2017, 18:25 WIB
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Orangutan saat ini menjadi salah satu spesies yang terancam punah. Namun, sebuah kabar bahagia mengenai spesies orangutan Sumatera datang dari Kebun Binatang Chester, Inggris.

Mereka mengumumkan bahwa salah satu orangutan Sumatera miliki mereka melahirkan bayi yang sehat. Ini seperti hadiah Natal bagi kebun binatang tersebut.

Diwartakan Newsweek, Kamis (21/12/2017), karena bayi orangutan tersebut masih bersama induknya, para petugas belum mengetahui jenis kelamin bayi tersebut. Dalam siaran persnya, kebun binatang tersebut mengatakan bahwa bayi tersebut lahir pada tanggal 17 atau 18 Desember 2017 dari orang tua bernama Emma dan Puluh.

Bayi orangutan mungil itu lahir setelah induknya, Emma, mengandung selama delapan setengah bulan.

Baca juga: Orangutan di Penangkaran Lebih Cerdas, Apa Ancaman yang Akan Dihadapi?

Bayi ini adalah sebuah kisah sukses besar untuk program pembiakan internasional untuk beberapa spesies yang terancam punah. Orangutan Sumatera sendiri memang menjadi satu spesies yang dilindungi karena International Union for the Conservation of Nature (IUCN menetapkannya pada status terancam punah.

Jumlah orangutan Sumatera saat ini diperkirakan kurang dari 6.500 yang tinggal di alam liar. Karena inilah, setiap kelahiran dianggap penting.

"Ini masih sangat dini, tapi bayinya terlihat sangat sehat dan sangat mudah bergaul dengan induknya dalam beberapa jam pertama yang berharga ini. Sungguh menakjubkan memiliki bayi kecil di keluarga orangutan Sumatera," ungkap Nick Davis, wakil kurator mamalia dikutip dari Chester Zoo, Rabu (20/12/2017).

"Sekarang yang penting dengan kelahiran baru yang fantastis ini membantu menarik banyak perhatian pada spesies ini. Orangutan Sumatera berada di bawah tekanan besar di alam liar dan, tanpa upaya konservasi yang mendesak, secara tragis bisa menjadi kera besar pertama yang hilang selamanya. Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi," imbuh Davis.

Banyak kebun binatang memiliki sarana konservasi, rekreasi, dan pendidikan sebagai bagian dari misi mereka. Melalui program pembiakan ini, kebun binatang telah menyelamatkan beberapa spesies dari jurang kepunahan.

"Orangutan Sumatera dan orangutan Borneo, sayangnya, memiliki risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar saat tekanan tumbuh di habitat hutan mereka yang rapuh," kata Mike Jordan, direktur koleksi di kebun binatang Chester.

"Program pembiakan konservasi yang berhasil dan dikelola dengan baik mungkin penting untuk melindungi spesies di masa depan," sambung Jordan.

Baca juga: Cerita Kami Menemukan Orangutan Tapanuli, Jenis Baru dan Terlangka

Seperti yang jamak diketahui, Indonesia adalah rumah bagi beberapa hewan langka. Sayangnya, para hewan langka ini telah mengalami ancaman dari pembanguna  manusia.

Secara khusus, hutan sebagai habitat asli para satwa ditebang untuk memberi ruang bagi perkebunan kelapa sawit. Orangutan pun kehilangan rumah karena pohon asli habitatnya telah hancur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.