Unik, Ubur-ubur Kuno Ini Berbentuk Seperti Alat Musik

Kompas.com - 19/12/2017, 12:00 WIB
Fosil embrio ubur-ubur mirip arkodeon Fosil embrio ubur-ubur mirip arkodeon

KOMPAS.com - Sebuah fosil unik kembali ditemukan oleh para arkeolog. Fosil ini adalah satu berbentuk bulat, lebih kecil daripada sebutir pasir, dan ketika diamati lebih detail menyerupai alat musik akordeon.

Awalnya, para peneliti bingung tentang fosil mikroskopis ini. Mereka menamainya Pseudooides yang artinya "telur palsu" karena kemiripannya dengan embrio binatang.

Selama bertahun-tahun, para peneliti mengira fosil berusia 537 juta tahun itu adalah embrio anthropoda, kelompok yang mencakup serangga, laba-laba, dan kepiting. Namun, pandangan baru mengungkapkan hal berbeda.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa fosil tersebut adalah nenek moyang ubur-ubur modern. Philip Donoghue, ahli paleobiologi dari University of Bristol di Inggris mengatakan bahwa fosil aneh ini merupakan embrio dari Pseudooides, moyang ubur-ubur modern yang berkembang dengan cara berbeda.

Baca Juga: Spesies Ngengat Unik Ini Ditemukan Kembali Setelah 130 Tahun

Kasus identitas keliru terjadi karena garis sangat kecil di permukaan fosil tersebut mirip dengan segmentasi larva anthropoda. Donoghue dan koleganya kemudian mencari tahu bagaimana segmen ini tumbuh dan mengetahui bahwa garis tersebut sama sekali bukan segmen larva.

Tim penelitian tersebut menggunakan Swiss Light Source, sebuah akseerator partikel raksasa di Swiss untuk memasukkan sinar X ke dalam fosil tersebut. Sinar X ini digunakan untuk menggambarkan bagian dalam fosil unik tersebut.

Hasilnya, rincian segmen pada fosil tersebut tak lebih dari hanya pada permukaannya saja.

"Kami menemukan bahwa yang menyerupai segmen tersebut bukan benar-benar segmen, hanya lipatan selubung berbentuk gelas dilipat yang mencakup organisme mirip anemon," kata Donoghue dikutip dari Live Science, Rabu (13/12/2017).

Sinar X tersebut juga ditujukan untuk melihat lebih dekat pada fosil embrio ini. Hal itu memungkinkan Donoghue dan timnya menggunukan fitur resolusi yang kurang dari seperseribu milimeter.

Gambaran sangat rinci pada "segmen" fosil tersebut mengungkap bahwa garis itu tidak menembus seluruh fosil. Dalam temuannya, garis itu merupakan lipatan permukaan yang akan terbuka seperti akordeon.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X