Kompas.com - 11/12/2017, 21:03 WIB
Mobil membawa wisatawan berkeliling kawasan gurun pasir di Dubai, Uni Emirate Arab, Selasa (31/10/2017). Menjelajah gurun pasir adalah salah satu atraksi wisata yang bisa dilakukan saat berlibur ke Dubai. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOMobil membawa wisatawan berkeliling kawasan gurun pasir di Dubai, Uni Emirate Arab, Selasa (31/10/2017). Menjelajah gurun pasir adalah salah satu atraksi wisata yang bisa dilakukan saat berlibur ke Dubai.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Meski tingkat ekstraksi pasir tinggi di seluruh Eropa dan Amerika Utara, tetapi konsumen pasir terbesar adalah negara Asia, terutama negara-negara yang tumbuh dengan cepat.

"Fenomena ini cenderung terjadi di India, China, dan tempat-tempat di mana Anda memiliki konstruksi dalam jumlah yang banyak dan cepat," kata Dr John Orr, seorang insinyur dan ahli struktur beton di Universitas Cambridge.

Seiring berkembangnya negara-negara tersebut dalam membangun jalan dan kota yang tak ada habisnya, permintaan pasir mereka terus tumbuh.

Baca juga: Video Langka Abadikan Kucing Pasir di Gurun Sahara Maroko

Pham Van Bac, direktur Departemen Bahan Konstruksi Vietnam bahkan menyebut China mungkin akan kehabisan pasir pada 2020 dan menarik perhatian para mafia.

"Karena pasir tiba-tiba menjadi sumber yang sangat berharga, mafia pasir telah muncul untuk beroperasi di bisnis penambangan pasir," ungkap Torres.

Dalam laporan PBB yang berjudul "Pasir lebih jarang dari yang dipikirkan", Dr Pascal Peduzzi menyebut operasi penambangan pasir ilegal telah menyebar luas berkat pemerintahan yang lemah dan korupsi.

Seperti yang diketahui, tidak semua pasir diciptakan sama. Pasir di Sahara yang halus tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan.

Sebagai gantinya, penambang pasir harus mengambil di tepi sungai atau garis pantai. Padahal, menambang pasir di sungai dan pantai punya konsekuensi lingkungan.

Beberapa contohnya saja, kerusakan terumbu karang di Kenya, punahnya buaya di India, hingga hilangnya beberapa pulau di Indonesia akibat penambangan berlebihan.

"Salah satu dampak yang lebih jelas pada sistem manusia adalah meningkatnya kerentanan terhadap bahaya alam seperti badai dan tsunami," kata Torres.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.