Kompas.com - 21/11/2017, 12:18 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Baca Juga : Mengapa Angka Kesembuhan Pasien Kanker Paru Rendah?

Selain itu, paru-paru tidak memiliki saraf yang dapat menyebabkan pasien merasakan sakit. Rasa sakit hanya timbul bila kanker telah menyebar ke lapisan pleura, lapisan tipis yang menutupi paru-paru. Dalam kondisi ini, pasien telah masuk ke dalam stadium 4a.

“Low dose CT Scan (LDCT) hanya menurunkan sedikit sekali mortalitas. Jadi apakah itu bermakna baik, secara cost effective apa tidak, masih banyak perdebatan,” kata Sita.

Sita menuturkan, faktor risiko kanker paru-paru antara lain disebabkan oleh merokok dan riwayat kanker pada keluarga pasien. Paparan asap rokok pada perempuan juga mengakibatkan naiknya risiko potensi terkena kanker paru-paru.

Menurut Sita, merokok menjadi faktor risiko kanker paru-paru terbesar, yakni 80 persen. Dari 648 pasien di RSUP Persahabatan dalam rentang waktu 2004-2006, yakni 75,5 persen laki-laki dan 24,5 persen perempuan, pesien kanker paru-paru yang merokok sebesar 83,6 persen untuk laki-laki dan 43,4 persen adalah perempuan.

“Batuk sudah kemana-mana itu harap curiga kanker paru, harap diperiksa. Atau misalnya ada keluhan respirasi yang berkepanjangan,” kata Sita.

Meski demikian, prevalensi perokok di Indonesi terus meningkat. WHO mecatat sebanyak 69 persen orang dewasa di Indonesia merupakan perokok pada 2003. Jumlah itu diperkirakan naik sebesar 79,9 persen pada tahun 2025.

Baca Juga : Mengapa Tak Semua Perokok Sakit Kanker Paru?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.