Kompas.com - 15/11/2017, 20:40 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Sekarang, muncul kuman-kuman super yang sulit diatasi dengan antibiotik biasa. Masalah resistensi antibiotik menjadi nyata.

Kita perlu berperan untuk ikut mencegah perluasannya. Selain dengan tidak mengonsumsi antibiotik sembarangan, pilihan produk untuk kebutuhan sehari-hari pun perlu dipikirkan.

Sabun misalnya. Sejumlah riset menunjukkan bahwa sabun anti kuman tak beda manfaatnya dengan sabun biasa.

Malah, kandungan antikuman - seperti tricolsan - justru diduga bisa memicu resistensi antibiotik.

 

Kaitan triclosan dengan resistensi antibiotik terungkap dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Antimicrobial Chemotherapy pada hari Senin (3/07/2017) lalu.

Baca Juga: Kontroversial, Dokter Inggris Beri Saran untuk Tak Habiskan Antibiotik

Bagaimana bisa kandungan antibakteri justru membuat bakteri kebal terhadap antibiotik?

Ada sebuah istilah di bidang kalangan ilmuwan mikrobiologi, yaitu fenomena disebut "cross-resistance", yaitu ketika kekebalan terhadap satu jenis antibakteri pada saat yang sama juga memberikan kekebalan terhadap zat lain.

Peneliti dalam riset itu fokus pada dampak kekebalan pada obat kuinolon pada triclosan. Kuinolon adalah obat yang berfungsi membasmi bakteri di dalam tubuh.

Kuinolon adalan antibiotik yang bekerja menghambat replikasi DNA bakteri. Contoh kuinolon adalah Levofloxacin dan Ciprofloxacin. Kalau Anda pernah ke puskesmas saat flu, antibiotik itu adalah salah satu yang diberikan.

Banyak jenis bakteri kini telah mengalami mutasi dan menjadi kebal terhadap kuinolon. Dalam penelitian terbaru, peneliti membuktikan bahwa kekebalan terhadap kuinolon itu diikuti dengan kekebalan pada triclosan.

Awalnya, peneliti menemukan bahwa kekebalan terhadap kuinolon dan triklosan terjadi dalam tes Salmonella. Namun dalam penelitian terbaru di laboratorium, para peneliti menunjukkan bahwa mekanisme tersebut juga dapat terjadi pada bakteri lain, yaitu Escherichia coli  (E coli).

Jadi, untuk menghemat uang sekaligus menghindari risiko resistensi antibiotik, pilihlah sabun mandi secara bijak. Tak perlu beli sabun mahal dengan iming-iming antibakteri.

Baca Juga : Mungkinkah Infeksi Saluran Kemih Sembuh Tanpa Antibiotik?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.