Manusia Sudah Minum Anggur Sejak 8.000 Tahun Lalu, Ini Buktinya

Kompas.com - 14/11/2017, 11:12 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Fungsinya untuk obat, bersosialisasi, zat pengubah pikiran, untuk kegiatan ritual keagamaan, farmasi, masakan, dan komoditas bernilai tinggi bagi masyarakat kuno di kawasan geografis Asia Barat.

Antropolog Patrick McGovern dari Universitas Pennsylvania, yang ikut bergabung dalam penelitian ini mengatakan sudah sejak lama orang Georgia percaya bahwa anggur berasal dari wilayahnya.

"Tapi Lordkipanidze memberikan bukti ilmiah," katanya dikutip dari NPR.

Mereka menganalisis temuan tembikar dengan menggunakan analisis kimia dan menemukan jejak zat. Salah satunya sisa asam tartarat, yang merupakan sisa kimiawi buah anggur.

"Jika kita melihat asam tartarat, hal ini menunjukkan bahwa kita sedang mengamati anggur atau produk anggur," jelas McGovern.

Baca Juga: Anggur Merah Cegah Kerusakan Pembuluh Darah karena Rokok

Selain tembikar tertua yang berusia 8.000 tahun, mereka juga mendapati adanya tembikar dengan desain perayaan anggur. Ada potret orang-orang berkumpul di bawah grapevine (anggur asli Eurasia yang digunakan untuk pembuatan anggur, red) dan menari.

Metode Tradisional

Di dua lokasi tadi ditemukan delapan tembikar. Yang tertua diperkirakan berusia sekitar 5.980 SM atau 8.000 tahun.

"Wadah yang besar disebut qvevri, ini masih digunakan pembuatan anggur di Georgia," kata David Lordkipanidze, direktur Museum Nasional Georgia yang juga terlibat dalam penelitian ini.

Sementara itu, Batiuk mengatakan, anggur pada masa itu kemungkinan dibuat dengan cara dan proses yang sama seperti saat ini. "Semua bagian anggur dihancurkan, mulai dari buah, batang, dan bijinya difregmentasi bersama," jelasnya.

Penelitian sebelumnya menemukan tembikar anggur berusia 7.000 tahun di Iran Barat, tepatnya di Pegunungan Zagros.

Tahun 2011, sebotol anggur dan botol fregmentasi ditemukan di sebuah gua Armenia. Ini diperkirakan berusia 6.000 tahun.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC,NPR

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Mana Teks Proklamasi yang Menandai Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali Dibacakan?

Di Mana Teks Proklamasi yang Menandai Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali Dibacakan?

Oh Begitu
3 Cara Menghindari Gigitan Lintah saat Beraktivitas di Luar Ruangan

3 Cara Menghindari Gigitan Lintah saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Kita
Burung Pemakan Buah Paling Awal di Bumi, Seperti Apa?

Burung Pemakan Buah Paling Awal di Bumi, Seperti Apa?

Fenomena
Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.