Kompas.com - 13/11/2017, 21:27 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com- Gempa bermagnitudo 7,3 guncang perbatasan Irak dan Iran merenggut ratusan nyawa. Gempa tersebut mengakibatkan ratusan bangunan roboh dan membuat ribuan warga mengungsi ke lokasi lebih aman.

Gempa bersifat destruktif tersebut menurut ahli mirip dengan gempa yang memporakporandakan Kota Nepal tahun 2015.

Menurut Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa di perbatasan Iran dan Irak tersebut berkarakter kuat dan destruktif.

"Sangat wajar karena hiposenter dangkal dan ini pertemuan antara lempeng Arab dan Lempeng Eurasia. Medan tegangan yang terakumulasi sangat besar sehingga saat release akan memancarkan energi yang besar dan dahsyat," kata Daryono kepada Kompas.com pada Senin (13/11/2017).

Baca Juga: Ramalan Gempa dan Tsunami Akhir 2017 Beredar, Apa Kata BMKG?

AFP/KOMPAS.com Gempa Irak-Iran

Daryono menambahkan bahwa karakter gempa tersebut mirip gempa yang terjadi di Nepal tahun 2015 lalu.

"Gempa lokal dan dangkal cenderung percepatannya sangat tinggi di permukaan sehingga kerusakannya parah. Ini mirip dengan gempa di Nepal yang terjadi akibat tumbukan mikrokontinen dengan Eurasia," katanya.

Sementara itu, Daryono juga mengingatkan bagi negara yang berada di wilayah gempa sesar aktif, termasuk di Indonesia.

"Saya ingatkan kembali bahwa jalur zona sesar aktif harus diwaspadai, terutama jalur sesar yang berdekatan dengan wilayah permukiman padat penduduk atau kota-kota besar,"katanya.

Seperti diketahui, gempa terjadi sekitar pukul 21.18 waktu setempat pada kedalaman sekitar 25 kilometer saat orang-orang sedang berada di rumah.

Baca Juga: Inilah Mengapa Gempa Sumatera 2012 Tidak Semematikan 2004

Getaran gempa dirasakan hingga 20 detik di Baghdad, bahkan lebih lama di sejumlah wilayah di Irak. Getaran akibat gempa juga dilaporkan dirasakan hingga Pakistan, Lebanon, Kuwait dan Turki, seperti dilaporkan kantor berita masing-masing negara.

Dikutip dari AFP, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS) menyatakan, pusat gempa berada 30 kilometer sebelah barat daya Halabja, kota yang masuk wilayah Pemerintahan Regional Irak Kurdi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.