Makin Mengkhawatirkan, Jumlah Anak terjangkit Hepatitis Meningkat

Kompas.com - 08/11/2017, 18:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Hepatitis masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia Bahkan, data baru yang dipresentasikan dalam Konferensi Hepatitis Dunia di Sao Paulo, Brazil pada 1-3 November 2017 memperlihatkan hal yang sangat mengkhawatirkan.

Dalam data tersebut, disebutkan bahwa ada 52 juta anak-anak yang hidup dengan virus hepatitis di seluruh dunia. Empat juta di antaranya mengidap hepatitis C, sedangkan 48 juta sisanya mengidap hepatitis B.

Kedua virus tersebut dapat menyebabkan penyakit hati, kanker hati, dan bahkan kematian.

"Anak-anak menderita beban virus hepatitis yang sangat besar di seluruh dunia, dan implikasi kesehatan masyarakat terhadap hal ini sangat besar," kata Raquel Peck, CEO Aliansi Hepatitis Dunia dikutip dari Eurekalert, Kamis (2/11/2017).

"Sebagian besar bayi dan anak yang terinfeksi tidak didiagnosis, diprioritaskan, atau diobati secara efektif," sambungnya.

Baca juga: Mengenal Hepatitis C, Infeksi Bisu yang Menghantui Indonesia

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor Manal El- Sayed dari Ain Shams University, Kairo dan Dr Homie Razavi dari Polaris Observatory, Amerika Serikat, sekitar 21 negara berkembang bertangung jawab atas sekitar 80 persen infeksi hepatitis C pediatrik ini, dan penularan dari ibu merupakan salah satu penyebab utama hepatitis C pada anak.

Padahl, baik ibu hamil maupun anak-anak dengan penyakit ini sebenarnya sudah dapat diobati dengan antivirus direct-acting antiviral (DAA).

Berbagai badan dan pengawas obat dan makanan seperti FDA (Amerika Serikat) dan European Medicine Agency telah menyetujui DAA digunakan pada anak-anak berusia 12 tahun ke atas. Namun, badan kesehatan dunia (WHO) belum merekomendasikan DAA pada anak-anak.

Baca juga: Pakai Benda Tajam Bergantian Bisa Jadi Media Penularan Hepatitis

Akibatnya, hampir semua anak hanya diobati dengan pegylated interferon (obat hepatitis yang beredar saat ini) yang belum tentu menyembuhkan virus dan memiliki banyak efek samping untuk anak-anak, termasuk kekurangan gizi, gejala influenza, anemia, dan penurunan berat badan.

"Saat ini, 4 juta anak hidup dengan hepatitis C yang dapat disembuhkan, dan 48 juta dengan hepatitis B yang sudah ada vaksinnya," kata Charles Gore, presiden Aliansi Hepatitis Dunia.

Halaman:


Sumber EurekAlert
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X