Kompas.com - 07/11/2017, 21:10 WIB
Durlstotherim newmani seekor mamalia mirip tikus berusia 145 juta tahun yang dinamai pemilik tanah Dorset Mark WittonDurlstotherim newmani seekor mamalia mirip tikus berusia 145 juta tahun yang dinamai pemilik tanah Dorset
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan memiliki nenek moyang seekor tikus? Para peneliti di Inggris baru-baru ini menemukan dua gigi fosil mirip tikus yang diklaim sebagai nenek moyang seluruh mamalia, termasuk manusia.

Fosil yang diperkirakan berasal dari 145 juta tahun lalu ini ditemukan di pantai Jurasik Dorset oleh ahli paleontologi dari University of Portsmouth.

Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Acta Palaeontologi Polonica menyebutkan bahwa hewan tersebut merupakan garis paling awal yang akhirnya mengarah pada manusia dan juga mamalia lainnya, seperti paus biru.

Spesies ini dinamai Durlstotherim newmani untuk menghormati Charlie Newman, seorang pemilik pub  Square and Compass di Worth Matravers, Inggris, yang memiliki museumnya sendiri dan membantu para ilmuwan mengumpulkan spesimen tersebut.

Baca juga: Fosil Nenek Moyang Luruskan Asal-usul Jerapah yang Membingungkan

Spesies baru itu diidentifikasikan dari hanya segelintir gigi fosil yang ditemukan oleh Grant Smith, mahasiswa dari Portsmouth University. Kemudian, gigi fosil tersebut diidentifikasi oleh Dr Steve Sweetman, seorang peneliti dari universitas tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Grant sedang memilah-milah sampel batuan dari zaman kapur awal yang dikumpulkan di pantai Dorset sebagai bagian dari proyek disertasi sarjananya dan berharap dapat menemukan beberapa hal yang menarik," kata Dr Sweetman, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (7/11/2017).

"Secara tak terduga, dia tidak hanya menemukan satu, tapi dua gigi yang sangat luar biasa, dari tipe yang belum pernah terlihat. Saya diminta untuk melihat dan memberikan pendapat. Saat pertama melihatnya, saya ternganga," lanjut Dr Sweetman.

 

Gigi fosil ini diklaim milik nenek moyang mamaliaUNIVERSITY OF PORTSMOUTH Gigi fosil ini diklaim milik nenek moyang mamalia

Dr Sweetman meyakini bahwa pemilik asli gigi tersebut adalah mamalia kecil berbulu yang kemungkinan nokturnal. Makhluk ini kemungkinan besar tinggal di liang dan memakan serangga atau tanaman.

Gigi mamalia berevolusi dari waktu ke waktu. Mulai dari yang sangat sederhana dan tidak begitu efisien hingga gigi yang bergerigi dan bisa merobek, mengunyah, dan menggiling makanan dengan sangat mudah.

Gigi yang sangat canggih, seperti D newmani, sebelumnya hanya ditemukan di lapisan batu dari zaman kapur akhir atau sekitar 86 sampai 66 juta tahun yang lalu.

Baca juga: Sering Mati Konyol, Inilah Kenapa Fosil Mammoth Banyak yang Jantan

Namun, penemuan ini telah menulis ulang sejarah evolusi mamalia dan memundurkan waktunya hingga zaman kapur awal.

Dr Sweetman mengatakan, di dunia paleontologi ada banyak perdebatan seputar spesimen yang ditemukan di China, yang berumur sekitar 160 juta tahun. Spesies tersebut awalnya dikatakan sejenis dengan yang kita miliki, tapi penelitian terbaru telah membantahnya

"Artinya, gigi berusia 145 juta tahun ini tidak diragukan lagi merupakan mamalia nenek moyang manusia paling awal yang kita ketahui," tutupnya.



Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X