Kompas.com - 02/11/2017, 07:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Dilansir dari laman www.chemotherapy.com, kemoterapi juga akan memengaruhi sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan infeksi. Apabila jumlah sel darah putih berkurang, pasien akan mengalami neutropenia, atau rentan akan infeksi.

Kemoterapi juga menyerang perkembangan sel darah merah, dan kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan anemia. Akibatnya, pasien menjadi cepat letih, dan mengalami sakit dada atau penyakit komplikasi yang lebih serius.

Kandungan trombosit di dalam darah pun bisa ikut terganggu. Padahal, trombosit sangat dibutuhkan tubuh untuk proses pembekuan darah saat pendarahan. Kekurangan trombosit disebut trombositopenia dan membuat pasien mudah mengalami luka dan pendarahan. 

Kemoterapi juga akan mempengaruhi sel-sel di dalam saluran pencernaan dan pasien akan sering mengalami mual, muntah, dan diare.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.