Kompas.com - 31/10/2017, 17:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Banyak orang percaya bahwa bermain catur atau alat musik bisa meningkatkan kecerdasan anak. Benarkan demikian? Hasil penelitian terbaru tentang hal tersebut bisa menjadi rujukan bagi orang tua.

Psikolog dari Inggris, Giovani Sala dan Fernand Gobet, menyimpulkan bahwa musik dan permainan catur tidak menambah kecerdasan seseorang.

Dalam penelitiannnya, kedua psikolog menemukan adanya kesalahpahaman tentang cara mencari pendorong atau "booster" kecerdasan anak.

Sebagai contoh, siswa yang belajar bahasa Latin dianggap juga akan pandai dalam mata pelajaran matematika. Alasannya, belajar bahasa Latin sulit dan banyak aturan yang dianggap mendorong kemampuan anak belajar matematika.

Baca juga: Belajar Renang Bisa Menyelamatkan Hidup Anak Autisme

Namun, nyatanya yang ada hanyalah proses transfer belajar dekat, seperti yang dibuktikan oleh Edward Thorndike dan Robert Woodworth pada tahun 1901.

Dalam hal ini, jika ada dua tugas yang mirip dilakukan bersama, ada sebagian keahlian yang akan saling mendukung. Sebagai contoh, apabila kita belajar bahasa Latin, maka kita akan lebih mudah mengerti belajar bahasa Italia karena kedua bahasa tersebut saling terkait.

Sebaliknya, proses transfer belajar jauh tidak terjadi demikian. Belajar bahasa Latin tidak akan membantu Anda mengerti aljabar atau geometri.

Penemuan dari Throndike dan Woodworth tersebut akhirnya dikaji kembali oleh Sala dan Gobet dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Current Directions in Psychological Science.

Keduanya ingin mendalami, apakah penemuan Throndike dan Woodworth sudah sahih atau belum, dengan menggunakan metode Analisis Meta atau proses pembandingan data dari banyak penelitan dengan bentuk statistik.

Baca juga: Penulis Tangan Lebih Cerdas Dibanding Pengguna Laptop

Hasilnya, Sala dan Gobet menemukan bahwa peneliti yang menggunakan metode acak mendapati belajar instrumen musik memberikan banyak dorongan di kemampuan kognitif. Lalu, penelitian dengan prosedur ketat juga menunjukkan bahwa belajar musik tidak berpengaruh dalam nilai akademis.

Penelitian kedua yang mempelajari efek permainan catur pada kemampuan kognitif juga menunjukkan hasil yang hampir sama.

Oleh karena itu, Sala dan Gobet menyimpulkan bahwa musik, catur, maupun video game bukanlah booster kognitif yang akan membuat anak menjadi lebih cerdas.

Daripada memaksa anak untuk mempelajari musik dan catur agar menjadi lebih cerdas; para psikolog, termasuk Profesor David Ludden, PhD dari Georgia Gwinnett College, berpendapat bahwa orangtua sebaiknya mendukung dan memberi anak semangat untuk berkegiatan yang baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.