Kompas.com - 27/10/2017, 17:06 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

Sebuah ulasan bukti mengenai filter yang menyebabkan kanker menemukan bahwa ventilasi pada filter menyumbang peningkatan adenokarsinoma yang mematikan, dan merekomendasikan agar ventilasi filter dilarang.

Serat-serat filter juga dapat lepas dan masuk ke paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker.

Mengapa jenis kanker penting?

Sebuah studi di Jepang pada 2012 menemukan, lebih banyak kematian pasien dengan adenokarsinoma yang meninggal akibat kanker paru ketimbang pasien dengan karsinoma sel skuamosa. Artinya, adenokarsinoma lebih mematikan.

Di dunia, perempuan cenderung memilih rokok yang mereka anggap “ringan” (berfilter). Di Australia, lebih banyak perempuan Australia yang meninggal akibat kanker paru daripada akibat kanker payudara. Meski kanker payudara lebih umum, tingkat kesembuhannya jauh lebih tinggi dibanding kanker paru.

Laporan Ahli Bedah Umum pada 2014 mengenai rokok tembakau memastikan bahwa rekayasa rokok telah menyebabkan peningkatan pada adenokarsinoma paru sejak 1960-an, akibat perubahan pada desain rokok sejak 1950-an.

Peneliti Australia dan peneliti internasional telah mendesak pelarangan terhadap filter sejak awal 2000-an, serta regulasi kandungan dan rekayasa rokok.

Bagaimana dampaknya terhadap lingkungan?

Filter rokok menjadi puntung rokok. Di Australia, puntung rokok secara konsisten menjadi sampah utama yang diidentifikasi dalam kampanye pembersihan nasional. Filter berbahaya bagi lingkungan, karena mengandung plastik dan tidak bisa terurai secara alamiah.

Lingkungan perkotaan kita, kehidupan laut, lautan, sungai dan pantai, semua akan mendapat manfaat besar dari diakhirinya penjualan rokok dengan filter.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.