Obat Alami Belum Tentu Aman, Kasus Aristolochia Buktinya

Kompas.com - 20/10/2017, 19:15 WIB
Jean Lam (C) and her husband Lam Hawk Yun (R), from the Win Duc Chinese Herbal Company in Sydneys Chinatown, displays 14 April 2003, her herbal tea remedy for the Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).  Although there have been only five suspected or possible cases of SARS Australia and none confirmed, the 132 deaths worldwide have prompted a rush on the herbal tea, the ingredients of which are fully imported from China.  AFP PHOTO/Greg WOOD / AFP PHOTO / GREG WOOD GREG WOODJean Lam (C) and her husband Lam Hawk Yun (R), from the Win Duc Chinese Herbal Company in Sydneys Chinatown, displays 14 April 2003, her herbal tea remedy for the Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Although there have been only five suspected or possible cases of SARS Australia and none confirmed, the 132 deaths worldwide have prompted a rush on the herbal tea, the ingredients of which are fully imported from China. AFP PHOTO/Greg WOOD / AFP PHOTO / GREG WOOD
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Hidup di Indonesia, tentu membuat kita tidak asing dengan yang namanya obat herbal seperti jamu atau yang lainnya.

Tapi penelitian yang dikemukakan baru-baru ini cukup meresahkan para pecinta obat herbal.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa obat herbal yang biasa digunakan di China dan Taiwan menjadi penyebab banyak kanker hati di Asia.

Jenis obat herbal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Aristolochic Acid (AA), yang diambil dari ekstrak tanaman Aristolochia.

Baca: Bijak Gunakan Obat Herbal

Ada lebih dari 500 spesies Aristolochia, 100 di antaranya telah digunakan dalam obat-obatan herbal.

"Mereka memiliki bunga teratai yang sangat indah," kata Steven Rozen dari Duke-NUS Medical School dikutip dari New Scientist Rabu (18/10/2017).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine ini menyarankan untuk tidak mengkonsumsi jenis obat herbal tersebut.

Jenis obat ini sendiri ditemukan pada beberapa jenis obat herbal untuk persalinan, pencegah parasit, dan pemulih daya tahan tubuh.

Pada tahun 2013, para peneliti menemukan bahwa Senyawa dalam tanaman tersebut menyebabkan mutasi gen dan menargetkan adenin dasar, komponen kode genetik DNA.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X