Kompas.com - 16/10/2017, 17:09 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorYunanto Wiji Utomo

 

KOMPAS.com - Gangguan saluran jalan napas tidak hanya bisa terjadi pada atlet saja, tetapi semua orang.

"Risiko trauma pernapasan terjadi saat mengalami kecelakaan, dipukul, atau ditenggelamkan," kata Dokter Dyah Wijayanti selaku koordinator kesehatan KONI Jawa Timur saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/10/2017).  

Dia melanjutkan, jika seseorang mengalami trauma pernapasan dan saat itu selamat, tetap harus dilakukan pemeriksaan. Hal ini untuk mencari tahu apakah ada kerusakan lain di dalam organ tubuhnya atau tidak.

Kerusakan yang dimaksud adalah untuk melakukan peninjauan apakah ada pendarahan, patah tulang, dan sebagainya yang berkaitan dengan organ dalam tubuh.

Baca Juga: Bagaimana Kasus Choirul Huda Beri Pelajaran tentang "Hypoxia"?

Dyah mengatakan, pemeriksaan lanjutan tersebut merupakan tindakan pencegahaan akan hal-hal yang kemungkinan terjadi.

Sementara itu, pencegahan yang dapat dilakukan untuk risiko trauma pernafasan tidak ada. Sebab, hal itu merupakan faktor eksternal, bukan faktor internal dari dalam tubuh.

"Perlu diingat, penanganan pertama pada trauma pernapasan adalah penanganan segera (sebelum) empat menit," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.