Mengapa Padi Mutasi Nuklir Sulsel Disebut yang Terbaik?

Kompas.com - 13/10/2017, 09:05 WIB
Ilustrasi padi Duc Nguyen Van/PixabayIlustrasi padi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) menginisiasi inovasi baru. Inovasi tersebut adalah pemuliaan mutasi tanaman padi menggunakan radiasi nuklir sehingga produktivitasnya meningkat.

Mutasi tanaman padi ini telah dilakukan di Sulsel dan telah dinyatakan terbaik.

Kepala Batan Djarot Wisnusubroto berkata bahwa di Sulawesi Selatan sendiri, pemuliaan mutasi tanaman padi telah sukses dan menghasilkan produk yang baik. Padahal, bibit padinya berasal dari bibit biasa hingga menjadi terbaik setelah menggunakan radiasi nuklir.

"Batan dan Unhas sudah 51 tahun kerja sama kembangkan ini. Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah yang sukses mengimplementasikan teknologi radiasi nuklir," katanya di sela-sela kunjungan kerjasamanya di Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (12/10/2017).

(Baca juga: Pujian Pakar Australia bagi Kedokteran Nuklir di Indonesia)

Dia melanjutkan, bahkan banyak varietas padi digunakan di Sulsel. Rasa nasinya itu enak dan pulen. Itu salah satu bentuk implementasi kerjasama kita dengan Unhas. Di sini, hasil padinya terbaik.

Radiasi nuklir, menurut Djarot, akan meningkatkan produksi dan masa panen padi. Hal tersebut, secara otomatis, akan meningkatkan penghasilan petani.

"Satu, karena dia punya produktivitas tinggi. Kalau rata-rata enam ton per hektar sekali panen, itu bisa meningkat jadi sembilan sampai 10 ton perhektar. Kalau menunggu panen 120 atau 130 hari, itu bisa jadi seratusan hari saja. Kemudian, (varietas padi) tahan beberapa jenis hama, dan yang paling penting, rasanya enak," bebernya.

Oleh karena itu, varietas padi radiasi tentunya akan menambah pendapatan bagi petani di tengah mulai terjadinya krisis lahan pertanian.

Manfaat lainnya, kata Djarot, adalah meningkatnya ketahanan pangan masyarakat Indonesia karena produktivitas yang meningkat dan waktu panen yang singkat.

"Pemuliaan tanaman padi dengan nuklir, awalnya melalui fase radiasi nuklir yaitu sinar gamma. Radiasi tersebut menyasar DNA tanaman. Lalu, susunan kimia berubah akibat radiasi sehingga sasaran pada tanaman bisa memendekkan batang atau sebaliknya, memendekkan umur, meningkatkan produksi biji, kadar minyak, dan lainnya," tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X