Kompas.com - 09/10/2017, 11:07 WIB
Ilustrasi mata Ilustrasi mata
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Teknologi laser yang semakin berkembang semakin mempermudah penanganan berbagai permasalahan mata. Salah satunya adalah fotokoagulasi laser.

Diperkenalkan oleh dr Rita Polana, SpM, dalam acara diskusi kesehatan mata yang digelar oleh RS Pondok Indah Group di Jakarta, Jumat (6/10/2017), fotokoagulasi laser adalah sebuah teknik terapi menggunakan energi cahaya untuk menggumpalkan atau mengkoagulasi jaringan.

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kebocoran cairan dari pembuluh darah retina, mencegah pembentukan pembuluh darah abnormal pada retina, dan mencegah terjadinya pelepasan (ablasi) lapisan retina.

(Baca juga: Hati-hati, Konsumsi Suplemen Bisa Berujung pada Katarak)

Contoh orang-orang yang berisiko akan kondisi ini termasuk penderita diabetes, penderita hipertensi, dan orang-orang dengan kelainan minus tinggi.

Rita berkata bahwa lapisan retina pada orang-orang dengan minus enam ke atas mengalami penipisan. Walaupun juga dapat terjadi pada pria, ibu hamil dengan minus tinggi paling berisiko mengalami pelepasan lapisan retina karena mengejan pada saat melahirkan.

Untungnya, fotokoagulasi laser dapat dilakukan kapan saja dan tidak menganggu janin.

Dalam tindakan ini, dokter spesialis mata melakukan foto fundus terlebih dahulu untuk mengetahui letak pendarahan. Setelah itu, dokter akan melakukan dilatasi mata dan anestesi sebelum melakukan aplikasi laser menggunakan alat bantu yang mencegah pasien berkedip.

(Baca juga: Kenapa Penglihatan Bisa Buram Kembali setelah Operasi Katarak?)

“Posisi dokter dan pasien juga harus sejajar dan nyaman karena laser ini berlangsung antara 10 menit sampai setengah jam,” ujar Rita.

Menggunakan laser sambil dipandu oleh hasil foto fundus, dokter kemudian akan menutup pembuluh darah abnormal.

Fotokoagulasi laser biasanya hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup pada area lapisan retina yang mengalami penipisan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.