Kompas.com - 07/10/2017, 20:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Satu-satunya penanganan untuk penyakit katarak adalah operasi katarak untuk mengganti lensa alami mata yang sudah keruh menjadi lensa buatan. Namun, penglihatan bisa menjadi keruh kembali pascaoperasi.

Banyak orang awam menyebut kondisi ini sebagai katarak sekunder, meski katarak tidak akan bisa terjadi kembali setelah dioperasi. Dokter Rita Polana, SpM berkata bahwa yang istilah yang tepat adalah kekeruhan kapsul posterior (PCO).

Dijelaskannya dalam acara diskusi kesehatan mata yang digelar oleh RS Pondok Indah Group di Jakarta, Jumat (6/10/2017), PCO terjadi ketika membran atau kapsul yang menjadi tempat lensa buatan mengalami penebalan dan menjadi keruh. Akibatnya, sinar cahaya yang masuk ke mata terganggu dan penglihatan menurun tajam.

(Baca juga: Hati-hati, Konsumsi Suplemen Bisa Berujung pada Katarak)

“Jadi, di pinggir lensa itu ada sel yang memberikan nutrisi. Meskipun kita sudah sedot-sedot selnya (ketika operasi katarak), kalau ketinggalan satu sel, dia akan memperbanyak diri dan menyusup-nyusup di antara lensa tanam sehingga terjadi kekeruhan,” ujarnya.

Hal ini, kata Rita, biasanya terjadi dalam dua tahun setelah operasi katarak, walaupun ada beberapa kasus yang langsung terjadi dalam hitungan bulan.

Untuk menangani PCO, dokter spesialis mata akan melakukan tindakan YAG Laser Capsulotomy.

Dalam prosedur noninvasif ini, dokter akan memakai lensa khusus untuk mengaplikasikan sinar cahaya merah ke kapsul lensa. Laser kemudian akan diarahkan untuk membuat lubang di tengah kapsul yang dapat membiarkan cahaya masuk dengan baik.

(Baca juga: Mau Tidak Mau, Semua Orang Pasti Akan Terkena Katarak)

“Terus sisanya ke mana? Nanti dia akan mengkerut dan diresap oleh tubuh kita,” kata Rita.

Setelah melakukan tindakan laser, penglihatan pasien akan tetap kabur selama beberapa jam karena pupil masih berdilatasi. Oleh karena itu, pasien tidak diperbolehkan untuk menyetir tindakan.

Dokter juga akan memberikan obat radang yang harus dikonsumsi selama satu hingga dua minggu. Pakailah obat tersebut sesuai anjuran dokter dan lakukan kontrol sesuai jadwal, setidaknya setahun sekali.

Kontrol ini sangat diperlukan untuk mengetahui ada atau tidaknya komplikasi akibat tindakan laser. Komplikasi termasuk terbentuknya lubang-lubang kecil atau pitting pada lensa tanam, edema atau pembengkakan kornea karena cairan bertambah, pendarahan pada iris mata, meningkatya tekanan intraokular, edema makula, dan pelepasan retina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lintah, Hewan Parasit Pengisap Darah

Mengenal Lintah, Hewan Parasit Pengisap Darah

Oh Begitu
Ikan Siput Ini Tidak Beku Meski Berenang di Perairan Sangat Dingin, Apa Rahasianya?

Ikan Siput Ini Tidak Beku Meski Berenang di Perairan Sangat Dingin, Apa Rahasianya?

Fenomena
Di Mana Teks Proklamasi yang Menandai Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali Dibacakan?

Di Mana Teks Proklamasi yang Menandai Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali Dibacakan?

Oh Begitu
3 Cara Menghindari Gigitan Lintah saat Beraktivitas di Luar Ruangan

3 Cara Menghindari Gigitan Lintah saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Kita
Burung Pemakan Buah Paling Awal di Bumi, Seperti Apa?

Burung Pemakan Buah Paling Awal di Bumi, Seperti Apa?

Fenomena
Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.