Bisa Makan Dinosaurus, Seberapa Kuat Rahang Katak Purbakala Ini?

Kompas.com - 22/09/2017, 19:06 WIB
Beelzebufo ampinga Nobu Tamura/WikipediaBeelzebufo ampinga
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com –- Bila Anda pernah melihat katak makan serangga yang lebih kecil dari ukuran tubuhnya, itu memang benar. Namun, daya serang katak lebih dari itu. Katak purba yang hidup sekitar 70 juta tahun yang lalu bahkan mampu melahap dinosaurus. Kemampuan tersebut dimilki oleh katak Beelzebufo ampinga.

Dengan tubuh sebesar bola pantai, B ampinga adalah katak terbesar yang diketahui manusia. Ia mirip dengan katak Ceratophrys modern yang memiliki badan bulat dan mulut yang sangat besar sehingga dijuluki katak Pacman.

Menggunakan skala perbandingan dengan katak Ceratophrys, para peneliti pun mengukur kekuatan rahang B ampinga.

(Baca juga: Katak Sebesar Ayam dari Enrekang Ini Buktikan Kekayaan Fauna Nusantara)

Para peneliti menggunakan tranduser tekanan buatan berupa dua plat yang dilapisi kulit. Saat seekor katak menggigit plat, tranduser akan mengkalkulasi kekuatan gigitan dengan akurat.

Dengan lebar kepala 4,5 centimeter (cm), Ceratophrys ternyata memiliki kekuatan gigitan sebesar 30 Newton atau sekitar 3 kilogram (kg) yang diggunakannya untuk menjepit mangsanya yang bergerak-gerak.

Scientific Reports/Jones et al. Tranduser buatan yang digunakan para peneliti untuk mengukur kekuatan rahang katak

Sementara itu, katak bertanduk besar dengan mulut 10 cm memiliki kekuatan gigitan sebesar 500 Newton atau 50 kg. Katak yang hidup di Amerika Selatan ini punya kekuatan yang setara dengan kura-kura, buaya, dan mamalia pemangsa dengan ukuran mulut yang sama.

"Tidak seperti kebanyakan katak yang memiliki rahang lemah dan mengonsumsi mangsa kecil, katak bertanduk menyergap hewan yang sebesar dirinya - termasuk katak lain, ular, dan hewan pengerat. rahang kuat mereka memainkan peran penting dalam meraih dan menaklukkan mangsanya," kata peneliti Marc Jones dari University of Adelaide dan South Australian Museum.

(Baca juga: Peneliti Kenalkan 4 Spesies Katak Baru dari Sumatra)

Dilansir dari Science Alert, B ampinga memiliki lebar mulut sekitar 15,4 cm. Kekuatan gigitannya bisa mencapai 2.200 Newton atau sekitar 224 kg. Kekuatan ini setara dengan kura-kura penggigit yang mampu mematahkan jari manusia.

"Pada kekuatan gigitan ini, Beelzebufo akan mampu menaklukkan dinosaurus kecil dan remaja yang berbagi lingkungan dengannya," kata Jones.

Hasil penelitan ini telah dipublikasi di Scientific Reports pada 20 September 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X