Kompas.com - 19/09/2017, 21:08 WIB
Saat makam yang terletak di situs El Perú-Waka di hutan hujan di utara Guatemala ini dibuka, arkeolog menemukan topeng giok dan tulang-tulang yang keduanya dicat dengan warna merah terang. JUAN CARLOS PÉREZ, PROYECTO ARQUEOLÓGICO WAKA’ AND THE MINISTRY OF CULTURE AND SPORTS OF GUATEMALASaat makam yang terletak di situs El Perú-Waka di hutan hujan di utara Guatemala ini dibuka, arkeolog menemukan topeng giok dan tulang-tulang yang keduanya dicat dengan warna merah terang.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Arkeolog yang sedang melakukan penggalian di sebuah situs arkeologi di Guatemala menemukan makam kuno milik peradaban suku Maya. Makam tersebut diprediksi berusia 1.700 tahun dan merupakan makam dari raja suku Maya, suku yang diperkirakan punah karena kolonisasi bangsa Spanyol.

Saat makam yang terletak di situs El Perú-Waka di hutan hujan di utara Guatemala ini dibuka, arkeolog menemukan topeng giok dan tulang-tulang yang keduanya dicat dengan warna merah terang. Makam tersebut juga berisi beberapa keramik, kerang, dan liontin berukir buaya.

(Baca juga: Teka-teki Runtuhnya Peradaban Suku Maya Terungkap)

Meski begitu, tidak terdapat prasasti dalam kubur yang mengungkapkan nama penguasa yang dimakamkan di sana. Namun, David Freidel, seorang profesor antroplogi dari Washington University di St Louis yang juga memimpin penggalian tersebut berpendapat jika makam tersebut merupakan kuburan dari Raja Te Chan Ahk, salah satu raja dari dinasti Wak.

Tim arkeolog Amerika Serikat dan Guatemala sebenarnya telah menggali Waka sejak tahun 2003. Mereka menemukan beberapa penguburan raja dan ratu.

Namun, tampaknya makam raja tersebut luput dari penggalian. Barulah pada musim panas yang lalu, para arkeolog kembali menggali terowongan di bawah akropolis istana dan menemukan sebuah makam raja yang mungkin menjadi pemakaman kerajaan tertua di lokasi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan dari gaya tembikar yang ditemukan di makam tersebut, arkeolog memperkirakan pemakaman itu berasal dari tahun 300-350.

Untuk sementara, Freidel menjelaskan bahwa makam raja tersebut membuat istana menjadi tanah kerajaan suci untuk dinasti Wak.

JUAN CARLOS PÉREZ, PROYECTO ARQUEOLÓGICO WAKA’ AND THE MINISTRY OF CULTURE AND SPORTS OF GUATEMALA Topeng giok merah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.