Kompas.com - 15/09/2017, 17:05 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Setelah sempat beberapa waktu tak terdengar kabarnya, dunia selebritas dikejutkan dengan sebuah berita dari Selena Gomez. Penyanyi berbakat tersebut mengungkapkan bahwa dia baru saja menjalani operasi transplantasi ginjal karena komplikasi penyakit lupus yang dideritanya.

Melalui media sosialnya, Gomez yang berusia 25 tahun menjelaskan kepada fans mengapa dia bersembunyi selama musim panas ini.

"Aku perlu menjalani transplantasi ginjal karena lupus dan sudah sembuh. Itu yang perlu aku lakukan untuk kesehatanku secara keseluruhan," tulis Gomez dalam akun media sosialnya, Kamis, (14/9/2017). Pos tersebut juga menyertakan fotonya di rumah sakit bersama Francia Raisa, seorang teman yang mendonorkan ginjalnya untuk Gomez.

Namun,  bagaimana lupus bisa mempengaruhi mempengaruhi ginjal, dan mengapa orang yang menderita lupus terkadang membutuhkan transplantasi ginjal?

Lupus adalah kelainan autoimun yang berarti sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Hal ini menyebabkan peradangan yang bisa memicu kerusakan di banyak bagian tubuh, termasuk persendian, kulit, ginjal, jantung dan paru-paru.

Kerusakan pada ginjal adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum bagi penderita lupus. Menurut National Institutes of Health (NIH), sekitar setengah dari orang dewasa dan 80 persen dari anak-anak penderita lupus memiliki penyakit ginjal.

Di ginjal, lupus bisa menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah kecil yang disebut dengan glomeruli. Pembuluh ini bertugas menyaring limbah dari darah.

Untuk mengatasi peradangan tersebut, orang-orang dengan lupus diobati menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh mereka. Obat-obatan ini bekerja dengan baik untuk mengendalikan peradangan, tetapi 30 persen dari penderita lupus yang memiliki radang ginjal juga akan mengalami gagal ginjal.

Sebagian besar pasien dengan gagal ginjal karena lupus merupakan pasien transplantasi ginjal. Setelah menjalani transplantasi ginjal, pasien akan minum obat selama sisa hidup mereka untuk mengatasi jika ada penolakan organ baru tersebut.

Selena Gomez didiagnosis menderita lupus pada tahun 2013, dan dia pertama kali mengungkapkan diagnosisnya kepada publik pada tahun 2015 lalu.

Dalam unggahannya, Gomez menyampaikan rasa terima kasihnya kepada temannya yang telah mendonorkan ginjalnya. "Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan bagimana rasa terima kasihku untuk Francia Raisa. Dia memberiku hadiah dan pengorbanan dengan menyumbangkan ginjalnya untukku," tulis Gomez.

 

I’m very aware some of my fans had noticed I was laying low for part of the summer and questioning why I wasn’t promoting my new music, which I was extremely proud of. So I found out I needed to get a kidney transplant due to my Lupus and was recovering. It was what I needed to do for my overall health. I honestly look forward to sharing with you, soon my journey through these past several months as I have always wanted to do with you. Until then I want to publicly thank my family and incredible team of doctors for everything they have done for me prior to and post-surgery. And finally, there aren’t words to describe how I can possibly thank my beautiful friend Francia Raisa. She gave me the ultimate gift and sacrifice by donating her kidney to me. I am incredibly blessed. I love you so much sis. Lupus continues to be very misunderstood but progress is being made. For more information regarding Lupus please go to the Lupus Research Alliance website: www.lupusresearch.org/ -by grace through faith

A post shared by Selena Gomez (@selenagomez) on Sep 14, 2017 at 3:07am PDT

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.