Kompas.com - 11/09/2017, 17:11 WIB
Robot ShutterstockRobot
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Sir Anthony Seldon berpendapat bahwa dalam waktu 10 tahun, peran guru tidak akan lagi dipegang oleh manusia, melainkan robot-robot cerdas yang menginspirasi.

Diungkapkan dalam British Science Festival yang diadakan minggu lalu di Brighton, Inggris; wakil rektor di University of Buckingham di Inggris ini memperkirakan bahwa manusia akan kehilangan pekerjaannya sebagi guru dan beralih fungsi menjadi pengawas di kelas.

Revolusi ini, menurut Seldon, dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran one-on-one yang selama ini diimpikan. Mesin-mesin yang cerdas akan dapat mengidentifikasikan dan mengadaptasikan pembelajaran untuk mengikuti preferensi dan kecepatan belajar setiap siswa.

(Baca juga: Perlukah Kita Takut Dikalahkan oleh Kecerdasan Buatan?)

“Semua orang bisa memiliki guru terbaik yang dapat disesuaikan dengan dirinya. Software yang bersama Anda dari awal akan terus bersama Anda sepanjang perjalanan edukasi,” katanya seperti dikutip dari The Telegraph 11 September 2017.

Seldon berkata bahwa pada detik ini, berbagai macam program sedang dikembangkan di Silicon Valley untuk membaca gelombang otak dan ekspresi wajah siswa. Dari data tersebut, program kemudian akan mengadaptasikan metode komunikasi mereka untuk menyampaikan pelajaran secara efektif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mesin-mesin ini akan tahu apa yang menarik bagi Anda dan memberikan tantangan dengan tingkat kesulitan yang alami, tidak terlalu sulit atau terlalu mudah, tetapi sangat pas bagi Anda,” ucapnya.

Sir Anthony SeldonRII SCHROER FOR THE TELEGRAPH Sir Anthony Seldon

Dalam revolusi tersebut, para guru manusia kemudian akan mendapatkan peran baru sebagai pengawas. Mereka bertugas untuk memonitor perkembangan setiap siswa, memimpin aktivitas non-akademik, dan memberikan dukungan.

(Baca juga: Bersaing dengan Robot, Kemampuan Apa yang Harus Anda Miliki di 2030?)

“Anda masih akan melihat manusia berjalan di sekolah, tetapi inspirasi dalam ketertarikan intelektual akan datang dari mesin-mesin yang dirancang untuk menggelitik otak para siswa,” ujar Seldon.

Hal ini berarti waktu yang dihabiskan oleh siswa di kelas bisa dipangkas menjadi 30 persen dari yang sekarang.

Berdasarkan perkembangan teknologi yang ada pada saat ini dan penggunaannya di beberapa sekolah di Amerika Serikat pada saat ini, Seldon memperkirakan bahwa revolusi ini akan terjadi dalam waktu 10 tahun.

“Dampaknya akan luar biasa. Ini akan melebihi apa pun yang telah kita lihat dalam revolusi industri atau sejak kemunculan teknologi baru apa pun,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Telegraph

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.