Cara Baru Basmi Kanker Tanpa Sisa Ditemukan, Menjanjikan Diujicoba

Kompas.com - 03/09/2017, 19:48 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.comKanker mendapatkan prestasi sebegai penyakit mematikan. Penyakit yang diakibatkan oleh jaringan tidak normal di dalam tubuh menjadi penyebab kematian karena penyakit tak menular ketiga setelah stroke dan jantung.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2013 menyatakan, dari 1.000 penduduk, 1,4 orang atau sekitar 347.000 orang terkena kanker.

Berbagai penelitan dilakukan untuk menemukan obat mujarab dalam menyembukan kanker. Kali ini, para ilmuwan dari Universitas Glasgow, Inggris, telah menemukan cara menghentikan sel kanker.

Pendekatan konvensional dalam pengobatan kanker adalah apoptosis. Sel kanker diprogram untuk bunuh diri dengan bantuan protein caspases. Pendekatan inilah yang dilakukan dalam kemoterapi.

Baca Juga: Dua Mutasi Gen Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Kelemahan dari pendekatan itu, terkadang beberapa sel kanker tidak berhasil disingkirkan dan tumor pun kembali muncul dan merusak sel sehat.

Peneliti dari Universiotas Glasgow melakukan modifikasi dan mengembangkan Caspase-Independent Cell Death (CICD). Perbedaan pendekatan baru ini, CICD juga mengirim sinyal ke sistem kekebalan tubuh agar menyerang sel kanker yang tersisa.

"Mekanisme ini berpotensi untuk meningkatkan efektivitas terapi anti kanker secara dramatis dan mengurangi toksisitas yang tidak diinginkan," kata salah satu peneliti, Stephen Tait seperti dikutip Science Alert, Sabtu (2/9/2017).

"Kami mengusulkan CICD sebagai terapi anti-kankeruntuk diteliti lebih lanjut," imbuhnya.

Saat ini, CICD baru terbukti membunuh sel kanker kolorektal yang tumbuh di laboratorium. CICD belum diujikan pada manusia. Para peneliti juga masih perlu melakukan penyesuaian agar CICD dapat digunakan pada jenis kanker lainnya.

Baca Juga: Gejala-gejala Ajal Sudah Dekat Menurut Sains

"Penelitian baru ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan cara yang lebih baik untuk membunuh sel kanker yang sekaligus juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh," kata Justine Alford dari Cancer Research UK, yang tidak terlibat langsung dalam penelitian ini.

Hasil penelitian Tait dan koleganya telah dipublikasikan di Nature Cell Biology.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.