Kompas.com - 22/08/2017, 07:07 WIB
Memadukan pesawat tanpa awak, smartphone dan mini-lab dapat menguji DNA Ebola saat diterbangkan. American Chemical Society, 2016Memadukan pesawat tanpa awak, smartphone dan mini-lab dapat menguji DNA Ebola saat diterbangkan.
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Apakah air yang ada di tangan kita aman untuk diminum? Apakah sakit yang anda derita dan apakah sakit kepala anda serius? Teknologi baru mampu mengubah ponsel pintar atau smartphone menjadi laboratorium bergerak yang bisa menyelamatkan nyawa dan mengubah perawatan kesehatan di daerah miskin dan terpencil.

Berbagai aksesoris saat ini sedang dikembangkan sehingga memungkinkan smartphone padat digunakan untuk menguji penyakit, racun dan lainnya. 

Mulai dari secarik kertas hingga mikroskop mini, perangkat ini memanfaatkan sepenuhnya kekuatan komputasi dan pengolah gambar smartphone yang hebat.

(Baca juga: Inilah 10 Penemuan Sains Terbaik dalam Setahun Terakhir)

Dan dengan penggunaan smartphone di negara-negara berkembang sekarang menyentuh hampir 50 persen dari populasi, maka ini  menjadi pendekatan yang memiliki potensi sangat besar.

Mendeteksi logam beracun dengan strip kertas

Pengujian yang akurat untuk logam beracun seperti timah dan arsenik biasanya melibatkan uji elektrokimia di laboratorium.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi secarik kertas penguji yang baru dikembangkan yang penggunannya cukup dengan dihubungkan ke jack headphone ponsel anda, dapat memberikan hasil tes secara seketika alias instan.

Dikembangkan oleh Associate Professor Conor Hogan dari La Trobe University, ini merupakan tes diagnostik berbasis telepon paling sederhana yang ditemukan sampai saat ini.

"Anda cukup mencelupkan strip kertas tes itu ke sampel anda, dan kemudian hubungkan [melalui konektor] ke soket audio smartphone anda," kata Dr Hogan.

Versi tes minimalis Dr Hogan - yang tidak melibatkan barang elektronik eksternal - bisa menjadi terobosan yang mengubah tren yang ada di bidang pendeteksian dengan menggunakan smartphone.

"Dalam kurun waktu lima tahun terakhir bidang ini benar-benar mengalami kemajuan pesat," kata Dr Hogan.

Tes yang hanya melibatkan strip kertas penguji dengan sirkuit yang tercetak di atasnya, sebuah aplikasi dan telepon.

Aplikasi tersebut membajak perangkat audio telepon untuk menghasilkan sinyal yang mulai diujicobakan. Arus yang mengalir melalui sirkuit strip kertas menunjukkan apakah logam atau molekul yang anda targetkan terkandung didalamnya atau tidak, dan seberapa banyak kandungannya.

Hasilnya akan ditampilkan seketika.

Tes yang sama biasanya akan memakan waktu berhari-hari dan melibatkan pengiriman sampel anda ke laboratorium yang dilengkapi dengan mesin yang harganya mencapai $ 20.000, "kata Dr Hogan.

Dengan versi strip kertas yang dimasukan ke soket headphone di ponsel anda, "hasil yang anda dapatkan mungkin tidak seakurat [pengujian di laboratorium], tapi akan memberi peringatan dini yang berharga".

Sebuah prototipe yang mampu mengukur konsentrasi timah sedang diuji di laboratorium Melbourne saat ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.