Kompas.com - 21/08/2017, 15:04 WIB
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Para ilmuwan berhasil mengembangkan kapsul susu bebas kemasan yang langsung dapat dicemplungkan ke dalam minuman panas. Kapsul susu ini lebih praktis ketimbang susu kemasan karton kecil yang biasa kita gunakan. Di sisi lain, karena tak menggunakan kemasan, adanya kapsul ini juga dapat mengurangi sampah kemasan.

Kapsul ini ibarat gula batu, namun berupa susu. Tim ilmuwan mengatakan bahwa mereka meniru cara kerja gula batu, dengan membuat lapisan kristal yang menjaga kandungan susu hingga kapsul itu siap dicelupkan ke dalam minuman.

Para periset mengemas susu cair di dalam dua zat gula yang mengristal: sukrosa untuk tingkat kemanisan tinggi, dan erythritol untuk tingkat kemanisan sedang. Sayangnya, untuk saat ini, belum ada kapsul yang hanya berisi susu tanpa gula tambahan. Tetapi para ilmuwan dalam tim ini tengah mengerjakannya. 

(Baca juga: Timbunan Plastik 1,4 Kali Indonesia Ditemukan di Lautan Pasifik)

Untuk membuat kapsul ini, para ilmuwan mencampurkan susu dan zat pemanis pilihan, kemudian memasukkannya ke dalam cetakan. Saat larutan mendingin, gula tambahan akan bergerak ke tepi cetakan, membentuk kristal yang kemudian menjadi kantong penyimpanan susu hingga kapsul siap digunakan. Kapsul tersebut dapat bertahan di suhu ruangan hingga tiga minggu. 

Saat kapsul dicemplungkan ke dalam minuman panas, lapisan terluarnya akan larut, sehingga susu dan gula tambahan akan langsung tercampur dalam minuman, tanpa ada sampah karton yang tertinggal.

ika kita menimbang berapa banyak sampah bekas kemasan susu yang digunakan di hotel-hotel dan tempat-tempat lain, kapsul baru yang diproduksi oleh para ilmuwan dari dari Martin Luther University of Halle-Wittenberg di Jerman ini tampaknya jadi kemajuan yang signifikan.

"Kapsul ini bisa menggantikan krimer kemasan kecil yang sangat tidak praktis yang biasa digunakan dalam jumlah besar di berbagai konferensi atau di pesawat," kata salah satu anggota tim, Joachim Ulrich. 

Belum jelas kapan kapsul susu ini dapat diproduksi untuk dikomersilkan, karena harus melalui serangkaian uji kesehatan dan keselamatan. Namun, dengan sekitar 8 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut setiap tahunnya, semua upaya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah, tentunya menjadi kabar baik bagi lingkungan.

Artikel ini sudah pernah tayang di National Geographic Indonesia sebelumnya dengan judul: Ilmuwan Jerman Sukses Membuat Kapsul Susu Tanpa Kemasan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.