Kompas.com - 15/08/2017, 21:06 WIB
Foto udara el-Araj ZACHARY WONG/National GeographicFoto udara el-Araj
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pada minggu lalu, masyarakat dunia dihebohkan dengan penemuan rumah pemandian dari zaman Romawi di el-Araj.

Kehebohan tersebut berawal dari media-media asing, seperti Independent dan Fox News, yang melansir media Israel Hareetz. Mereka menulis bahwa para arkeolog kemungkinan besar telah menemukan rumah dari ketiga murid Yesus, yakni Rasul Petrus, Rasul Andreas, dan Rasul Filipus, di pesisir utara Laut Galilea.

Namun, para peneliti yang terlibat dalam penggalian tersebut membantahnya. Diwawancarai oleh National Geographic 7 Agustus 2017, Steven Notley, dosen Perjanjian Baru dan Asal-usul Agama Kristen di Nyack College dan ketua akademik di penggalian el-Araj menulis dalam e-mail bahwa mereka tidak menemukan rumah para murid Yesus dan menulis judul tersebut.

(Baca juga: Bukti Baru Mengonfirmasikan Pembakaran Yerusalem oleh Babilonia)

Notley meluruskan dan berkata bahwa apa yang mereka temukan di el-Araj adalah sebuah pemandian dari zaman Romawi (abad 1-3) yang menunjukkan bahwa situs tersebut pernah dihuni manusia, dan dugaan bahwa situs el-Araj adalah bekas kota Betsaida, kampung halaman ketiga Rasul.

Selain itu, para peneliti juga menemukan sisa-sisa gereja dari zaman Kekaisaran Romawi Timur berupa dinding dari abad ke-5 dan mosaik kaca. Mosaik semacam ini, menurut Notley, hanya ditemukan pada gereja-gereja penting pada zaman tersebut.

Para peneliti pun menduga bahwa gereja tersebut adalah gereja yang pernah dideskripsikan oleh Willibald, uskup Bavaria dari Eichstatt yang pernah berkunjung ke daerah tersebut pada tahun 725. Willibald melaporkan bahwa sebuah gereja di Betsaida telah dibangun di atas rumah Rasul Petrus dan Rasul Andreus.

Akan tetapi, Notley menekankan bahwa hal ini baru sekadar dugaan. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan hubungan el-Araj dengan Betsaida.

Jika terbukti, el-Araj akan mencopot mahkota el-Tell sebagai lokasi Betsaida.

Padahal, situs yang berada di dekat el-Araj ini telah diyakini sebagai lokasi kota penting tersebut sejak 1839. Proyek Penggalian Betsaida yang mempelajari el-Tell sejak 1987 juga berhasil menemukan dinding dari Zaman Besi, rumah-rumah dari Zaman Romawi dengan peralatan memancing, dan sisa-sisa kuil Romawi.

Temuan-temuan ini sesuai dengan deskripsi sejarawan Yahudi, Flavius Yosefus, yang menulis pada akhir abad pertama bahwa Betsaida, sebuah desa nelayan kecil, berubah menjadi kota Yunani-Romawi (polis) di bawah kepemimpinan Filipus bin Herodes. Filipus, putra dari Herodes Agung, kemudian mengganti nama Betsaida menjadi Julias untuk menghormati ibu dari kaisar Tiberius.

Akan tetapi, banyak arkeolog yang mempertanyakan identifikasi e-Tell sebagai Betsaida yang dideskripsikan dalam Perjanjian Baru.

Pasalnya, Betsaida terlalu jauh, sekitar 2,5 kilometer, dari pesisir pantai untuk menjadi pusat nelayan. Selain itu, sisa-sisa kerajaan Romawi yang ditemukan di situs tersebut selama tiga dekade terakhir dirasa kurang penting untuk sebuah kota yang penting dan besar pada zamannya.

Jodi Magness, seorang arkeolog dan penerima dana penelitian National Geographic mengatakan, meskipun sisa-sisa Zaman Besi di Betsaida (el-Tell) sangat penting dan luar biasa, sisa-sisa Zaman Romawi di situs ini sangat kurang sehingga situs tersebut tidak bisa dianggap sebagai pusat perkotaan.

Sementara itu, Rami Arav, ketua Proyek Penggalian Betsaida di el-Tell, berkata bahwa untuk saat ini, belum ada bukti yang kuat untuk mengidentifikasikan el-Araj sebagai lokasi Betsaida.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.