Kompas.com - 01/08/2017, 18:16 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Terinspirasi oleh lendir siput eropa, peneliti menciptakan 'lem' yang berfungsi untuk merekatkan jaringan manusia.

Perekat tersebut diklaim memiliki keunggulan dibandingkan dengan perekat bedah yang saat ini tersedia di pasaran.

Kelebihan itu antara lain bisa menempel pada permukaan yang basah, bahkan permukaan jantung yang berdetak. Perekat ini juga tidak beracun bagi sel dan menutup luka lebih cepat.

"Perekat yang terinspirasi siput itu sangat elastis dan kuat," kata Jianyu Li peneliti di Institute Wyss Universitas Harvard seperti dikutip dari Live Science, Kamis (27/7/2017).

Siput yang menjadi inspirasi lahirnya lem ini adalah Arion subfuscus, spesies siput besar dan berlendir yang ditemukan di Amerika Utara dan Eropa Barat.

Siput ini mengeluarkan lendir kuning kusam dan lengket yang menempel pada permukaan yang basah.

Karakterteristik itu menggelitik Li dan rekan-rekannya untuk membuat versi buatan lendir siput.

Lendir terbuat dari rantai molekul (polimer) yang tersusun atas atom yang terikat dengan dua macam cara.

Pertama adalah ikatan kovalen yang mampu menahan molekul bersamaan sekaligus berbagi elektron. Selanjutnya adalah ikatan ion yang berarti satu molekul memberikan elektron ke molekul yang lain.

Dua tipe ikatan (cross link) inilah yang membuat lendir siput menjadi kuat dan melar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.