Kompas.com - 28/07/2017, 17:08 WIB
Ilustrasi sel punca ShutterstockIlustrasi sel punca
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Sebuah terobosan untuk memperlambat proses penuaan kembali dilakukan oleh para peneliti. Meski masih tahap awal, temuan ini menjadi harapan baru untuk memerangi penyakit terkait usia dan memperpanjang usia harapan hidup manusia.

Proses penuaan di seluruh tubuh dikendalikan oleh sel punca yang ditemukan di daerah hipotalamus, bagian otak seukuran kacang almon. Meski berukuran kecil, hipotalamus membentuk hubungan penting antara sistem saraf dan hormon tubuh.

Nah, sel punca ini telah diketahui membentuk sel otak segar. Sayangnya, saat dilakukan percobaan pada tikus, terlihat bahwa sel punca neural yang ditemukan di beberapa daerah otak saat lahir menghilang dari hipotalamus seiring dengan bertambahnya usia.

(Baca juga: Bisakah Teknologi Menghentikan Penuaan?)

Untuk menguji lagi apakah penurunan sel punca memang menyebabkan penuaan, para peneliti menyuntik tikus dengan toksin yang menghapus 70 persen sel punca neural mereka.

Efeknya ternyata mencolok, selama beberapa bulan berikutnya tikus-tikus itu lebih cepat menua dari biasanya. Tidak hanya daya tahan, terjadi penurunan drastis pada koordinasi, perilaku sosial, dan kemampuan untuk mengenali benda-benda. Tikus-tikus itu juga mati beberapa bulan lebih awal dari tikus lain yang sehat.

"Secara perilaku, tikus menua lebih cepat saat sel menghilang," kata Dongsheng Cai, peneliti di Albert Einstein College of Medicine di New York seperti yang dikutip dari Guardian, Rabu (26/7/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti kemudian menyuntikkan sel punca pada otak tikus.

Hasilnya, implan sel punca membuat penuaan neuron di otak melambat, membuat tikus yang tua lebih sehat secara fisik dan mental selama berbulan-bulan, dan memperpanjang umur mereka sebanyak 10-15 persen dibandingkan dengan tikus lain yang tidak mendapatkan impan.

Jika disejajarkan dengan manusia, maka seseorang dengan harapan hidup 80 tahun bisa hidup lebih lama hingga mencapai usia 92 tahun.

(Baca juga: Terungkap, Penuaan dan Umur Dikendalikan oleh Gen)

Setelah membuktikan bahwa sel punca neural berpengaruh pada penuaan, para peneliti kemudian menjalankan tes lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh sel tersebut.

Molekul yang disebut microRNA atau mirNa, yang dilepaskan dari sel punca neural, bertanggung jawab atas sebagaian besar efek penuaan. Ketika molekul diproduksi di hipotalamus, mereka kemudian mengalir ke dalam cairan otak dan sumsum tulang belakang sehingga memengaruhi bagaimana gen beroperasi.

"Mekanisme ini sebagian karena sel-sel ini mengeluarkan miRNA tertentu yang membantu mempertahankan keremajaan. Hilangnya sel-sel tersebut menyebabkan penuaan," jelas Cai.

Selanjutnya penelitian yang sudah dipublikasikan di Nature ini akan fokus untuk memproduksi sel punca neural manusia yang akan digunakan untuk pengujian lebih lanjut. "Manusia tentu lebih kompleks. Namun, bila mekanisme ini memang mendasar, Anda bisa berharap akan melihat efeknya saat dilakukan," ujar Cai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Guardian

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.