Kompas.com - 22/07/2017, 16:39 WIB
Chester Bennington, vokalis grup band asal AS, Linkin Park, tampil di atas panggung saat pesta peluncuran album iHeartRadio yang digelar State Farm di iHeartRadio Theatre Los Angeles, di Burbank, California, Senin (22/5/2017) waktu setempat. Seperti diberitakan, Chester meninggal dunia dengan bunuh diri pada Kamis (20/7/2017) waktu setempat, dalam usia 41 tahun. AFP / GETTY IMAGES FOR IHEARTMEDIA / RICH FURYChester Bennington, vokalis grup band asal AS, Linkin Park, tampil di atas panggung saat pesta peluncuran album iHeartRadio yang digelar State Farm di iHeartRadio Theatre Los Angeles, di Burbank, California, Senin (22/5/2017) waktu setempat. Seperti diberitakan, Chester meninggal dunia dengan bunuh diri pada Kamis (20/7/2017) waktu setempat, dalam usia 41 tahun.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

JAKARTA, KOMPAS.com –- Kematian Chester Bennington pada hari Kamis (20/7/2017) waktu setempat membuat masyarakat dunia terkejut. Vokalis Linkin Park tersebut mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Sebelum meninggal, Bennington memang diketahui mengalami adiksi terhadap narkotika dan minuman beralkohol. Hal itu ditempuh Bennington akibat trauma kekerasan seksual yang dialaminya sejak usia tujuh tahun.

(Baca juga: Vokalis Linkin Park Meninggal karena Gantung Diri)

Psikolog klinis dan forensik Kasandra Putranto mengatakan, bunuh diri terkait dengan depresi, sedangkan depresi juga memiliki kaitan dengan adiksi. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami depresi sering kali juga mengidap adiksi. Hal itu terkait dengan kondisi neuropsikologis.

“Secara ilmiah, kondisi depresi biasanya dekat dengan adiksi. Bisa jadi orang depresi, lalu pakai narkoba, kemudian adiksi. Tapi ada orang dari adiksi kemudian jadi depresi, lalu bunuh diri. Biasanya tahapannya begitu,” kata Kasandra saat dihubungi pada Jumat (21/7/2017).

Kasandra mengatakan, depresi dipengaruhi oleh kondisi genetis dan lingkungan sosial. Dalam konteks kehidupan Bennington, lingkungan sosial memacu terjadinya depresi berkepanjangan. Teman Bennington yang lebih tua melakukan kekerasan seksual kepadanya sejak usia tujuh hingga usia 13 tahun.

Depresi lalu bertambah ketika Bennington mengalami perundungan di sekolah menengah atas akibat fisiknya.

Di Indonesia sendiri, perundungan hampir menjadi bagian “wajib” dari pergaulan di sekolah. Meski dengan taraf yang berbeda-beda.

(Baca juga: Jangan Hanya Ditangisi, Ambil Pelajaran Ini dari Perjuangan Jupe)

Anda tentu masih ingat dengan perundungan terhadap siswi SMP di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/7/2017). Sembilan orang siswa SD dan SMP melakukan kekerasan terhadap satu orang siswi berseragam putih.

Menurut Kasandra, saat ini tengah terjadi kesalahan asuh terhadap proses tumbuh kembang anak. Ia menduga citra kita sebagai masyarakat yang ramah tengah pudar.

“Ada orang stres pergi ke apotik enggak pakai baju dan celana dalam. Kan mestinya kita lindungi, kasih sarung, jaket. Jangan malah divideoin, dikatain, dan disebarin ke orang. Itu kan jahat. Artinya masyarakat kita sendiri juga sakit sebenarnya,” ujar Kasandra.

Kasandra menganjurkan kepada orangtua untuk memperhatikan kesehatan mental anak. Selain pemeriksaan kesehatan fisik, menurut Kasandra perlu dilakukan pemeriksaan psikologi setiap tiga sampai empat tahun sekali.

“Di indonesia belum lazim. Sering kali anak dibawa (ke psikolog) kalau sudah fatal. Jadi jangan cuma medical check-up aja. (Saat) umur empat tahun, enam tahun, 10 tahun, saat masuk SMP, SMA, dan kuliah. Jadi kita tahu ada masalah atau enggak,” ucap Kasandra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X