Kompas.com - 22/07/2017, 11:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

JAKARTA, KOMPAS.com -- Siapa yang tidak kenal empat sehat lima sempurna? Kampanye yang dimulai pada tahun 1955 tersebut telah menjadi slogan warga Indonesia yang ingin menjalani pola makan sehat. Namun, jangan salah. Kampanye tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 1990-an.

“Sekarang kita sudah tidak pakai empat sehat lima sempurna. Itu sudah usang, zaman ’60-an," ujar dr Elvina Karyadi, MSc, PhD, SpGK selaku Direktur Micronutrient Initiative dan Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia

Berbicara dalam acara diskusi “Kenali Bahaya Gula pada Tumbuh Kembang Anak” bersama Forum Ngobras di Sleepyhead Coffee, Jakarta, Jumat (21/7/2017), dr Elvina berkata bahwa yang digunakan di Indonesia pada saat ini adalah pedoman gizi seimbang atau tumpeng gizi seimbang, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan no 41 tahun 2014.

(Baca juga: Kabar Buruk, Orang Indonesia Krisis Buah dan Sayur)

Sayangnya, masih banyak yang belum mengenal pedoman ini. Dokter Elvina bercerita bahwa wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla, saja baru mengetahui apa yang dimaksud dengan pedoman gizi seimbang atau tumpeng gizi seimbang.

Lebih holistik

Tumpeng gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.

Lalu, berbeda dengan empat sehat lima sempurna yang menitikberatkan pada makanan saja, pedoman ini memiliki empat pilar, yaitu keanekaragaman, ativitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.

“(Jadi) tumpeng gizi seimbang ini memiliki lebih lengkap, holistik, dan sesuai perkembangan zaman,” ujar dr Elvina.

Dia menuturkan, kalau dulu, empat sehat lima sempurna memang bisa berlaku. Tapi itu dulu, tahun ’60-an. Kalau sekarang sudah tidak bisa berlaku karena aktivitas fisiknya diperlukan.

Dokter Elvina kemudian memberi contoh. Dia mengatakan, dulu belum ada lift dan orang-orang bisa lari-lari di lapangan, tapi kalau zaman sekarang kan tidak bisa. Makanya sekarang dihimbau untuk beraktivitas fisik, menjaga kebersihan, dan memonitor berat badan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.