Kompas.com - 19/07/2017, 20:28 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mulai melaksanakan vaksinasi Measles Rubella (MR) atau campak Jerman secara nasional tanpa dipungut biaya.

Serupa dengan campak, Rubella disebabkan oleh virus yang tersebar melalui udara. Pengindap MR tertinggi terjadi pada anak usia 3-10 tahun.

Gejalanya adalah demam disertai dengan ruam ringan. Kondisi itu akan hilang setelah satu minggu.

Sedangkan bila menginfeksi ibu hamil (Congenital Rubella Syndrome), MR dapat menyebabkan aborsi hingga kelainan permanen seperti retardasi mental, kelainan jantung, kerusakan jaringan otak, tunarungu, dan katarak.

Direktur Jenderal Pencegajan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Mohamad Subuh mengatakan, imunisasi MR yang dilakukan Kemenkes merupakan salah satu dari empat tujuan utama dari Global Vaccine Action Plan pada Mei 2012 lalu.

“Target eliminasi global dan regional untuk mencapai eliminasi pada minimal 5 regional termasuk negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2020,” kata Subuh di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Tahun 2017, vaksinasi dilakukan di seluruh Pulau Jawa dengan dua tahap. Pertama, Kemenkes akan memberikan vaksin di sekolah pada bulan Agustus 2017, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak, SD/MI/sederajat, SDLB, SMP/MTs/sederajat, dan SMPLB.

Kedua, vaksinaisi dilakukan pada bulan September dengan menyasar balita dan anak-anak di luar sekolah.

Pemberian vaksin dilakukan di Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, dan pos pelayanan imunisasi lainnya.

Totalnya, terdapat 34.964.384 anak yang menjadi target pemberian vaksin dengan melibatkan 3.579 Puskesmas. Rentang usia anak yang dapat diberikan vaksi antara 9 bulan hingga 15 tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.