Kompas.com - 06/07/2017, 16:22 WIB
Wajah dari masa lalu Kanada muncul kembali dalam rekonstruksi digital berdasarkan sisa-sisa kerangka dan artefak yang ditemukan di kuburan mereka. Philippe Froesch, Visual ForensicWajah dari masa lalu Kanada muncul kembali dalam rekonstruksi digital berdasarkan sisa-sisa kerangka dan artefak yang ditemukan di kuburan mereka.
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Di sebuah situs terpencil yang menghadap ke Laut Salish di British Columbia, para arkeolog membuat penemuan menakjubkan di tahun 2010. Para peneliti dari Universitas Toronto dan Shíshálh Nation setempat tercengang saat menemukan makam seorang pemimpin kuno yang bersemayam hampir 3.700 tahun silam dengan pakaian manik-manik seremonial seberat 70 pon lebih. Di sisinya, terbaring pula beberapa anggota keluarga besarnya.

"Ini adalah beberapa penguburan paling rumit di Amerika Utara sebelum terjadi kontak dengan penduduk Eropa," terang Terence Clark, seorang arkeolog di University of Saskatchewan di Saskatoon yang memimpin proyek tersebut.

Pada tanggal 1 Juli, peringatan 150 tahun Konfederasi Kanada, dua museum Kanada memberi gambaran sekilas tentang keluarga kuno ini kepada publik. Dalam pameran baru yang besar, Museum Sejarah Kanada di Quebec dan Museum Swiya di British Columbia meluncurkan rekonstruksi wajah digital dari pemimpin dan keluarganya ini.

(Baca juga: Mumi 2300 Tahun Direkonstruksi, Wajah Cantik Seorang Putri Pun Terungkap)

Dibuat oleh tim ilmuwan antropologi-biologi dan pakar citra yang dihasilkan komputer (CGI) disertai konsultasi dengan para tetua Shíshálh—masyarakat asli Kanada, rekonstruksi tersebut terlihat sangat hidup.

"Ketika masyarakat kami datang dan melihat rekonstruksi ini, mereka mengatakan bahwa wajah-wajah tersebut seperti paman saya dan ada pula yang seperti istrinya," tutur Keith Julius, seorang anggota dewan Shíshálh Nation di Sechelt, B.C.

Situs kuburan pertama kali terungkap setelah para peneliti melihat kerang dan artefak yang terkikis dari sebuah tumpukan di wilayah barat laut Vancouver. Kunjungan berikutnya mengungkapkan beberapa manik-manik batu, sehingga mereka meminta para arkeolog untuk menyelidiki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sebuah kuburan berbentuk piring yang dihiasi dengan oker merah, para arkeolog menemukan sisa-sisa kerangka seorang pria berusia sekitar 50 tahun, yang berbaring meringkuk di sisinya dan menghadap ke laut. Hampir 350.000 manik-manik batu kecil—yang cukup untuk mengisi bak mandi—menutupi seluruh permukaan tubuhnya.

Memproduksi begitu banyak manik-manik dengan tangan akan memakan banyak waktu, ujar Clark. Terbuat dari serpihan potongan kecil batu lumpur, masing-masing manik harus ditumbuk ke dalam cakram kira-kira setengah ukuran aspirin, lalu dibor dengan sebuah lubang.

Ketika arkeolog Brian Thom dari University of Victoria mencoba meniru proses ini beberapa tahun yang lalu dengan potongan batu tulis dan peralatan batu tradisional, dibutuhkan waktu 13 menit untuk membuat satu manik batu saja. Pembuat manik berpengalaman bisa saja mempercepat proses produksi dan melipatgandakan hasilnya, ujar Clark. Namun, tetap saja diperlukan lebih dari 35.000 jam untuk membuat pakaian manik-manik upacara pemimpin.

Dalam masyarakat yang tak mengenal uang, di mana jam kerja setara dengan nilai, manik-manik merepresentasikan kekayaan yang fantastis,” ungkap Alan McMillan, seorang arkeolog di Universitas Simon Fraser di Burnaby yang bukan bagian dari tim.

Halaman:


Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.