Kompas.com - 18/06/2017, 20:06 WIB
Narwhal World Wildlife FundNarwhal
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Narwhal atau yang sering disebut sebagai  unicorn lautan hingga kini masih menyimpan banyak misteri, terutama soal keberadaan tanduk yang menonjol dari kepala hewan tersebut.

Selama ini, para peneliti belum bisa menguak fungsi tanduk misterius itu hingga akhirnya, sebuah cuplikan video narwhal liar berhasil mengungkap kegunaan tanduk tersebut. Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan drone ini juga menjadi bukti ilmiah pertama bagaimana tanduk narwhal digunakan.

Sebelumnya, para peneliti berpikir bahwa fungsi utama tanduk narwhal hanya berhubungan dengan bagaimana narwhal memilih pasangan, tetapi ternyata pengamatan terbaru menunjukkan fungsi lain tanduk pada narwhal.

(Baca juga: Paus, Kenapa Ukurannya Bisa Menyaingi Raksasa?)

Dalam pengamatan itu, narwhal menggunakan tanduk tersebut untuk berburu ikan. Lalu, tanduk tersebut ternyata merupakan gigi yang keluar dari rahang atas pada narwhal jantan. Menurut World Wildlife Fund (WWF) Kanada, panjang tanduk narwhal bisa mencapai 3 meter.

Selain berburu, peneliti juga menemukan bahwa narwhal menggunakan tanduknya untuk membantunya melihat melalui ekolokasi (sonar). Tanpa enamel yang keras, gigi narwhal menjadi lebih sensitif dan memberi spesies ini keuntungan lebih dari spesies lain yang juga menggunakan ekolokasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rekaman ini berperan penting di masa depan dalam konservasi narwhal," tegas David Miller, Presiden dan CEO WWF Kanada seperti dikutip dari Live Science, Selasa (23/5/2017).

"Seiring dengan meningkatnya pemanasan Arktik serta pembangunan, sangat penting untuk memahami bagaimana narwhal menggunakan habitat mereka selama migrasi tahunan. Dengan informasi ini,kita bisa meminimalisir aktivitas manusia terhadap narwhal," jelas Miller.

(Baca juga: Ciuman Maut Ikan Wrasse untuk Dapatkan Makanan)

Meskipun penelitian ilmiah mengenai paus telah maju, narwhal masih sulit dipelajari. Hal ini terkait dengan habitat mereka, yaitu perairan lautan Arktik sekitar Kanada, yang penuh tantangan.

"Data ini tidak hanya membuktikan pentingnya pengamatan langsung dalam memahami perilaku hewan dan ekologinya, tapi juga menyoroti peran penting teknologi dalam ilmu pengetahuan modern," kata Nigel Husssey, peneliti dari Universitas Windsor di Kanada.

"Menggabungkan pengamatan perilaku hewan dari pengetahuan tradisional, kendaraan tak berawak, hingga pemodelan statistik data bisa menjadi sebuah kotak informasi untuk mengelola spesies laut ini lebih baik," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.