Kompas.com - 10/06/2017, 04:06 WIB
Umat muslim menjalankan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu (27/5/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOUmat muslim menjalankan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu (27/5/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Dalam satu hari, sebanyak 1,6 miliar umat muslim di dunia melakukan shalat. Menghadap ke arah kota suci Mekkah, Arab Saudi, mereka membungkuk, berlutut, dan meletakkan dahi ke tanah.

Namun, tahukah Anda bahwa di samping melaksanakan perintah Allah, postur dan gerakan ini ternyata juga memiliki manfaat baik untuk punggung dan sendi?

(Baca juga: Sahur dengan Nasi, Mi Instan, dan Telur? Jangan Dilakukan Lagi)

Menurut riset dari Binghamton University, New York, gerakan sujud yang dilakukan secara tepat dan reguler tidak hanya mengurangi tekanan fisik dan kegelisahan, tetapi juga dapat digunakan sebagai terapi klinis bagi individu dengan sakit punggung bawah.

“Gampangnya, Anda bisa berpikir bahwa gerakan ini mirip dengan latihan intervensi terapi fisik atau yoga yang digunakan untuk merawat sakit punggung bawah,” kata Mohammad Khasawneh, penulis studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Industrial and System Engineering tersebut.

Untuk menyelidiki manfaat kesehatan sujud, Khasawneh dan koleganya menganalisa statistik berdasarkan gerakan shalat dari model orang India, Asia, dan Amerika digital yang sehat. Mereka lalu membandingkannya dengan model digital yang memiliki sakit punggung bawah.

Meski bagian membungkuk ditemukan paling sulit dilakukan oleh punggung bawah, ternyata penggunaan punggung dan lutut yang baik dapat mengurangi rasa sakit bagi individu dengan sakit punggung bawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khasawneh lalu menambahkan, sujud juga meningkatkan elastisitas persendian sehingga individu dengan penyakit punggung juga direkomendasikan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan postur berlutut ini.

(Baca juga: Berapa Banyak yang Harus Kita Makan Saat Sahur dan Berbuka?)

Namun, kunci dari rekomendasi ini adalah postur sujud yang tepat. Jika sudut dan gerakan sujud Anda salah, maka rasa sakit pada punggung malah akan meningkat.

Untuk ke depannya, para peneliti berencana untuk menvalidasi penemuan mereka dengan eksperimen fisik. Menggunakan sensor dan kamera, para peneliti akan memperkirakan tekanan yang terjadi pada masing-masing bagian tubuh selama bersujud.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.