Kompas.com - 09/06/2017, 12:05 WIB
Adegan yang diambil dari rekaman video seorang pengendara mobil dari Kostanai, Kazakhstan, ke Chelyabinsk, Rusia, Jumat (15/2/2013) memperlihatkan bola api besar meteor yang meledak. AP Photo/Nasha gazeta, www.ng.kzAdegan yang diambil dari rekaman video seorang pengendara mobil dari Kostanai, Kazakhstan, ke Chelyabinsk, Rusia, Jumat (15/2/2013) memperlihatkan bola api besar meteor yang meledak.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Sekelompok pakar astronomi dari Czech Academy of Sciences baru saja mengumumkan bahwa risiko serangan asteroid ke bumi meningkat. Hal ini dikonklusikan setelah mereka mengamati aliran meteoroid Taurid yang biasanya memproduksi hujan meteor di bulan Oktober dan November.

Fenomena meteor sendiri terjadi ketika orbit bumi masuk ke aliran puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Encke. Biasanya puing-puing ini berukuran kecil dan tidak mengancam bumi.

Akan tetapi, para pakar astronomi dari Czech Academy of Sciences menemukan cabang baru di mana dua asteroid, 2015 TX24 dan 2005 UR yang berukuran 200 dan 300 meter, berada.

Kedua asteroid tersebut sebenarnya tidak mengarah ke bumi, tetapi keberadaan mereka bisa menjadi pertanda adanya asteroid berukuran serupa yang belum teridentifikasi oleh para pakar astronomi.

Menurut analisa mereka, asteroid berukuran besar memiliki struktur yang lemah. Akan tetapi, dengan ukuran yang mencapai ratusan meter, asteroid tidak akan hancur dengan mudah ketika melewati atmosfer bumi.

Seperti yang diungkapkan dalam studi oleh American Geophysical Union, asteroid hanya perlu berukuran 18 meter untuk mencapai bumi. Ukuran tersebut hampir sama dengan asteroid yang menyerang kota Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013 dan menyebabkan ratusan orang terluka akibat pecahan kaca.

Bayangkan bila asteroid beukuran ratusan meter mencapai bumi. Tentu dampaknya akan luar biasa mengerikan.

Disampaikan melalui jurnal Astronomy & Astrophysics, para peneliti berujar bahwa karena asteroid yang berukuran puluhan atau ratusan meter bisa membahayakan manusia, bahaya dampaknya meningkat secara signifikan ketika bumi bertemu dengan cabang Taurid baru yang dibelokkan oleh gravitasi planet Jupiter setiap beberapa tahun sekali.

Oleh karena itu, mereka pun menghimbau agar studi lebih lanjut dilakukan pada aliran Taurid untuk mencari asteroid yang dapat mengancam bumi.

Untungnya, sejauh ini belum ada asteroid berbahaya yang ditemukan.

Wahana antariksa Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) selalu mengantisipasi kemungkinan terjadi tabrakan berbahaya antara bumi dengan partikel antariksa berukuran besar dengan menggunakan sistem monitor bernama Sentry. Sistem tersebut secara rutin memindai luar angkasa untuk mencari asteroid yang akan menabrak bumi dalam waktu 100 tahun ke depan.

(Baca juga: Inilah yang Harus Anda Lakukan Jika Asteroid Jatuh ke Bumi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber seeker

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.