Inilah yang Harus Anda Lakukan jika Asteroid Jatuh ke Bumi

Kompas.com - 12/05/2017, 19:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Jika asteroid jatuh ke bumi dan mengarah ke area Anda, maka solusi terbaik adalah masuk ke bawah tanah.

Rekomendasi tersebut didapatkan setelah studi terbaru mengenai efek jatuhnya asteroid dipulikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters oleh American Geophysical Union (AGU).

Menurut studi tersebut, efek terbesar dari bencana ini bukanlah tsunami atau gempa bumi, melainkan angin kencang dan gelombang kejut karena asteroid menghantam bumi. Kedua efek tersebut bahkan menyebabkan 60 persen kematian dalam berbagai skenario simulasi AGU.

(Baca juga: Gelombang Panas Terbesar dalam Sejarah Ditemukan)

Clemens Rumpf, seorang asisten peneliti senior dari University of Southampton, Inggris, mengatakan dalam siaran pers dari AGU, ini adalah studi pertama yang melihat ketujuh dampak yang disebabkan oleh asteroid berbahaya dan mengukur mana yang paling parah berdasarkan kematian manusia.

Ketujuh dampak yang dimaksud Rumpf adalah ledakan angin, gelombang kejut, panas, puing-puing terbang, gelombang tsunami, kawah, dan getaran seismik.

Namun, pada umumnya ledakan angin terjadi bersamaan dengan gelombang kejut. Angin tersebut akan begitu kuat hingga dapat melemparkan tubuh manusia dan meratakan hutan. Sementara itu, peningkatakan pada tekanan atmosfer akan menciptakan gelombang kejut yang cukup kuat untuk menghancurkan organ dalam manusia.

Para peneliti kemudian melakukan simulasi dengan menciptakan 50.000 skenario buatan yang melibatkan asteroid berukuran 15 hingga 400 meter. Mereka menemukan bahwa asteroid yang jatuh di daratan akan 10 kali lebih berbahaya daripada yang jatuh di lautan.

Memang asteroid yang jatuh ke lautan dapat menciptakan tsunami, tetapi gelombang tersebut akan semakin menyusut ketika menjauh dari pusatnya. Lalu, dalam semua skenario, tsunami hanya dapat menyebabkan 20 persen kematian.

Sebaliknya, ketika asteroid jatuh ke daratan, efek panas yang terjadi menyebabkan 30 persen kematian. Untuk menghindari efek tersebut, Rumpf pun menyarankan untuk bersembunyi di bawah tanah.

Sementara itu, kawah dan puing-puing hanya menamban satu persen korban, dan goncangan sismik hanya menyebabkan 0,17 persen korban dalam semua skenario.

(Baca juga: Perlukah Kita Khawatir jika Alien Berkunjung ke Bumi?)

Halaman:


Video Pilihan

Sumber GeekWire
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.