Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lawan Kekeringan, Perusahaan Ini Ingin Boyong Gunung Es ke UAE

Kompas.com - 17/05/2017, 19:22 WIB
Shierine Wangsa Wibawa

Penulis

KOMPAS.com -- Dalam sebuah rencana untuk melawan kekeringan yang mirip kisah fiksi, sebuah perusahaan asal Abu Dhabi, Uni Arab Emirates, berencana untuk menyeret gunung es dari Antartika  sejauh 9.200 kilometer, melewati Samudra India, hingga sampai ke UAE.

Proyek yang bernama Emirates Iceberg Project (proyek gunung es Emirates) tersebut diluncurkan pada awal bulan ini oleh National Advisor Bureau Limited.

Diwawancarai oleh Gulf News, Sulaiman Al Shehi, Managing Director untuk National Advisor Bureau Limited, mengatakan, ini adalah air termurni di dunia. Kita telah mempersiapkan rencana teknis dan finansialnya. Menyeretnya adalah metode terbaik dan kita akan memulai proyek ini pada awal tahun 2018.

National Advisor Bureau Limited mengklaim bahwa satu gunung es mengandung 20 miliar galon air bersih yang dapat memenuhi kebutuhan air minum 1 juta orang selama lima tahun.

Untuk itu, mereka akan menyeret sebuah gunung es menuju Fujairah, sebuah emirat di pesisiran timur UAE. Perjalanan tersebut akan berlangsung selama setahun dan melewati Samudra India.

Berdasarkan simulasi komputer oleh National Advisor Bureau Limited, gunung es tersebut hanya akan kehilangan 30 persen volumenya dalam perjalanan.

Lalu, ketika telah sampai di tujuan, perusahaan tersebut akan mempercepat proses pengambilan air dengan memotongnya menjadi blok-blok yang lebih kecil. Blok-blok tersebut kemudian dihancurkan dan disimpan dalam tangki besar untuk diproses menjadi air minum.

Walaupun terkesan dramatis, solusi tersebut mungkin memang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah kekeringan air di UAE.

Pada tahun 2015, Associated Press melaporkan bahwa air tanah di UAE dapat mengering dalam waktu 15 tahun dan kota-kota besar di negara tersebut tengah merusak lingkungan dengan bergantung pada proses desalinasi air laut untuk memenuhi 98 persen kebutuhan air bersih mereka.

Selain itu, studi oleh Persatuan Bangsa-bangsa juga menemukan bahwa penduduk UAE menggunakan 132 galon atau sekitar 500 liter air per hari dan merupakan salah satu negara pengguna air tertinggi di dunia.

(Baca juga: Ramai-ramai Menambang di Bulan)

Tontonan turis

Di samping untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Al-shehi juga berkata bahwa proyek ini akan menarik perhatian turis karena dapat menciptakan cuacanya sendiri di pantai Fujairah.

“(Gunung es) ini akan menciptakan sebuah vortex yang menarik awan dari seluruh wilayahnya. Angin dingin dari gunung es akan menciptakan badai di teluk Arab dan wilayah selatan peninsula Arab sepanjang tahun,” katanya.

Dia melanjutkan, ketika udara yang naik memuai, mendingin, dan berkondensasi karena tekanan udara yang turun, uap air terkumpul di awan dan jatuh sebagai hujan.

Klaim ini dibenarkan oleh meteorologis Linda Lam, walaupun efeknya tidak akan sebesar yang diucapkan oleh Al-shehi.

“Dengan adanya perbedaan suhu di antara es dan air yang mengelilinginya, beberapa efek lokal bisa terjadi, termasuk pembentukan awan di sekitar gunung es,” kata Lam.

“Akan tetapi, karena interaksi yang dibutuhkan cukup komplek, termasuk dampak terhadap pola cuaca yang cukup luas, kemungkinan terjadinya badai di wilayah tersebut sepanjang tahun cukup kecil,” tambahnya.

(Baca juga: Ilmuwan Ini Punya Ide Gila untuk Kembalikan Es Arktik seperti Semula)

Bukan yang pertama kali

Anda mungkin masih tidak bisa mempercayainya, tetapi ide untuk menyeret gunung es ini bukan baru dilontarkan oleh National Advisor Bureau Limited.

Pada tahun ’70-an, pangeran Saudi Mohammad al-Faisal mengomisikan insinyur Perancis Georges Mougin dan sekelompok insinyur lainnya untuk meluncurkan proyek Iceberg Transport International.

Pangeran Faisal berencana membungkus gunung es yang beratnya 100 juta ton dengan kain layar dan plastik untuk diseret dari kutub utara ke Laut Merah.

Untuk membuktikannya dalam sebuah konferensi pers, dia bahkan berhasil memindahkan sebuah gunung es kecil yang beratnya dua ton dari Alaska ke Iowa dengan menggunakan helikopter, pesawat, dan truk. Gunung tersebut kemudian dipotong kecil-kecil untuk digunakan sebagai es batu.

Namun, proyek tersebut terhenti ketika para investor mendengar biayanya. Berdasarkan perkiraan biaya, rencana pangeran Faisal dan Mougin akan menghabiskan sekitar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun. Lebih parahnya lagi, para investor tidak yakin rencana tersebut akan berhasil.

Selama tiga dekade ke depan hingga tahun 2011, Mougin masih berusaha membuat rencana pemindahan gunung es yang lebih masuk akal dan kini, Al-Shehi bersama timnya mengklaim telah siap membuat impian tersebut menjadi kenyataan.

Al-shei berkata bahwa firmanya telah mulai memetakan rute perjalanan gunung es tersebut dan rencanannya, proyek ini akan dimulai pada awal tahun 2018.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com