Bak Ular, Ikan Hias dari Indonesia Ini Mampu Suntikkan Bisa

Kompas.com - 03/04/2017, 19:40 WIB
Meiacanthus atrodorsalis Fishes of AustraliaMeiacanthus atrodorsalis
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Meiacanthus atrodorsalis alias ikan bleni lama hidup di perairan nusantara. Namun, butuh waktu puluhan tahun bagi ilmuwan untuk mengungkap keunikannya.

Ikan yang tersebar dari Bali hingga Papua dan mendiami perairan Segitiga Karang Dunia itu diketahui sebagai salah satu dari hanya dua jenis ikan yang bisa menyuntikkan bisa dengan taringnya, seperti ular.

Yang lebih unik, ikan itu tidak menggunakan bisanya untuk membunuh mangsa, tetapi untuk melarikan diri dari sergapan pemangsa.

"Bleni menyuntik ikan lain dengan peptida opioid yang bereaksi seperti morfin atau heroin, menghambat rasa sakit daripada menyebabkan sakit," kata Brian Fry, Peneliti dari Universitas Oueensland Australia.

Berukuran rata-rata 8 cm dan relatif kurang lincah bergerak, M atrodorsalis mudah disergap oleh pemangsa. Ikan dan hewan lain lain yang berukuran besar mudah memangsanya bulat-bulat.

Namun dengan taring dan bisanya, ikan yang hidup pada kedalaman 1 - 30 meter itu punya kesempatan melarikan diri sebelum benar-benar ditelan.

Baca Juga: Tikus Hidung Babi Ditemukan di Hutan Perawan Sulawesi

Saat berada di mulut pemangsa, M atrodorsalis bisa menggigit pemangsa untuk menyuntikkan bisa, membuat pemangsa mabuk. Pemangsa akhirnya oleng dan M atrodorsalis pun punya kesempatan berenang ke luar dengan selamat.

Diberitakan Science Alert, Kamis (31/3/2017), kemampuan M atrodorsalis menghasilkan bisa sebenarnya sudah didokumentasikan oleh pakar zoologi George Losey 40 tahun lalu.

Ia mengetes kemampuan bisa ikan tersebut dengan memaksanya menggigit tikus putih dan bagian pinggulnya sendiri. Riset itu sedikit memberi gambaran dampak bisa.

Riset terbaru yang dilakukan oleh Fry dan rekannya, Nicholas Casewell dari Liverpool School of Tropical Medicine, memberi petunjuk tetang jenis bisa yang dihasilkan.

Menurut riset yang dipublikasikan di jurnal Current Biology minggu lalu itu, bisa yang dihasilkan mengandung protein jenis enkephalin yang bersifat opioid.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X