Mengenal Sanca Batik, Jenis Piton yang Memangsa Manusia di Sulawesi

Kompas.com - 30/03/2017, 18:22 WIB
Sanca Batik (Phyton reticulatus) ReptariumSanca Batik (Phyton reticulatus)
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Amir mengungkapkan, piton jarang memangsa manusia. Untuk punya kemampuan memangsa manusia, ukuran piton juga harus cukup besar. Dalam catatan Amir, kasus piton memangsa manusia terkahir terjadi awal 2000an di Palu. Individu yang memangsa manusia berukuran 5,3 meter.

Kasus lain terjadi tahun 2013, dua orang bocah di Amerika Serikat dimakan oleh piton yang kelaparan. Piton yang jadi hewan piaraan itu lapar karena baru saja lepas dari kandangnya. Dia lantas masuk ke apartemen dan akhirnya menemukan dua bocah yang sedang tertidur.

Peneliti reptil dan amfibi dari Insitit Pertanian Bogor (IPB), Mirza D Kusrini, mengungkapkan, piton yang sampai memangsa manusia biasanya mengalami kelaparan akibat tak menemukan mangsa. Itu bisa terjadi karena stok mangsa di alam memang berkurang atau kondisi habitat yang sudah rusak.

Dalam kondisi biasa, piton tidak punya kecenderungan menyerang dan memangsa manusia. "Pada dasarnya semua ular itu hewan yang pemalu, tidak menampakkan diri. Kalau berhadapan saja, dia juga akan cenderung menghindar, tak seperti singa misalnya yang menyerang," kata Mirza.

Baca: Kasus Piton di Sulawesi, Bagaimana Ceritanya Bisa Memangsa Petani?

Mencegah Serangan Piton

Mengetahui mangsa dan perilaku sanca batik, manusia sebenarnya tak perlu takut berlebihan. Namun, manusia memang perlu lebih waspada bila berhadapan atau masuk ke wilayah yang mungkin menjadi habitat sanca batik tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Cara menghadapinya, jangan sendiri kalau di hutan," kata Amir saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/3/2017). "Piton tidak mungkin di-handle 1-2 orang. bau-bauan menyengat bisa meghindarkan ular, tetapi untuk ular besar saya ragu."

Amir juga menyarankan menghindari rawa pohon besar sebab mungkin menjadi tempat persembunyian ular. Bagi warga yang sehari-hari tinggal di sekitar hutan, memelihara anjing adalah salah satu cara waspada. Anjing lebih peka dengan keberadaan ular sehingga bisa membantu manusia.

Namun sebenarnya, langkah paling penting untuk dilakukan adalah menjaga lingkungan. Saat ini, manusia dan ular sebenarnya menempati relung habitat yang berbeda. Jadi, kecil kemungkinan ular seperti piton masuk ke habitat manusia bila habitatnya tak diganggu.

Penting pula untuk tidak membunuh mangsa piton. Masing-masing makhluk hidup punya peran dalam habitatnya. Bila manusia membunuh mangsa piton, maka piton pun akan mencari alternatif. Akibatnya, manusia juga akhirnya yang bisa jadi korbannya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.