Kompas.com - 10/01/2017, 14:00 WIB
Suasana permukiman kumuh di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, Jumat (22/7/2016). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menggusur bangunan dan permukiman di kawasan Bukit Duri yang berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung dan akan merelokasi warga yang rumahnya terkena gusur ke Rusun Rawa Bebek. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana permukiman kumuh di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, Jumat (22/7/2016). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menggusur bangunan dan permukiman di kawasan Bukit Duri yang berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung dan akan merelokasi warga yang rumahnya terkena gusur ke Rusun Rawa Bebek.
EditorLusia Kus Anna

Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penderita baru tuberkulosis kedua terbanyak di dunia setelah India. Ini ironis bagi Indonesia sebagai negara tropis karena kuman tuberkulosis bisa mati jika lama terpapar sinar matahari. Perlu usaha tak biasa untuk mengeliminasi penyakit infeksi yang ada sejak ribuan tahun lalu itu.

Seperti dikutip New York Times, 16 Oktober 2016, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus tuberkulosis (TB) baru di dunia naik dari 9,6 juta setahun jadi 10,4 juta setahun.

Sekitar 60 persen kasus baru TB dari India disusul Indonesia, Tiongkok, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan dengan seperempat kasus dunia disumbang India. Estimasi kasus TB di India naik dari 2,2 juta pada 2014 menjadi 2,8 juta pada 2015.

TB ialah satu dari 10 penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia tahun 2015, lebih besar dari kematian akibat HIV dan malaria. Kematian akibat TB secara global diperkirakan 1,8 juta kasus dan 0,4 juta di antaranya koinfeksi dengan HIV.

Di Indonesia, diperkirakan kasus baru TB 460.000 kasus per tahun. Ada sekitar 136.000 kasus belum terdeteksi. Namun, wajah beban TB sesungguhnya ternyata lebih besar dari itu.

Dengan metode pengukuran lebih sensitif, yakni foto toraks dan kultur bakteri, jumlah kasus baru TB di Indonesia diperkirakan 1 juta pasien per tahun, dua kali dari yang diketahui selama ini atau 10 persen dari kasus baru TB di dunia.

Fakta itu jadi bukti, di tengah transisi epidemiologi di Indonesia, beban penyakit menular masih tinggi. Meski penyebab kematian kini didominasi penyakit tak menular, beban kasus TB dan kematian yang diakibatkannya besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan dalam pernyataan tertulis di situs resmi WHO mengatakan, negara-negara di dunia harus meningkatkan upaya pencegahan, deteksi, dan pengobatan TB secara masif. Jika tak ada penanganan menyeluruh dan masif, epidemi TB terus jadi beban dan target yang ditetapkan sulit tercapai.

Wakil Ketua Komisi Ahli Tuberkulosis yang juga dosen di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, Erlina Burhan, memaparkan, dengan penanganan TB selama ini, yakni terapi diberikan hanya pada mereka yang terinfeksi, target eliminasi TB tahun 2035, kasus kurang dari 1 kasus per 100.000 penduduk, akan sulit tercapai.

Untuk mencapai target eliminasi, pemerintah harus mengubah strategi pengendalian TB jadi lebih progresif dan inovatif.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Liposarkoma
Liposarkoma
PENYAKIT
Batu Empedu
Batu Empedu
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.