Kompas.com - 04/01/2017, 19:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Banyak hal yang bisa menyebabkan insomnia. Penyakit kronis, nyeri, dan masalah kejiwaan semua adalah penyebab umum dari gangguan tidur malam.

Setelah tubuh Anda terbiasa dengan pola tidur yang kurang berkualitas di malam hari, mengobati penyakit yang menjadi penyebab insomnia, tidak selalu membantu.

Insomnia sebagian besar didorong oleh perilaku yang dibiasakan, kata Shelby Harris, Psy.D, direktur pengobatan gangguan tidur di Montefiore Medical Center. Sebelum menderita insomnia, Anda mengasosiasikan tempat tidur dengan aktivitas beristirahat alias tidur.

"Ketika Anda mulai mengembangkan insomnia, asosiasi itu berubah menjadi tempat tidur sama dengan berbaring gelisah, banyak pikiran dan kekhawatiran," kata Harris menjelaskan.

Untuk menyembuhkan insomnia, sangat penting untuk mengubah asosiasi itu. Dalam kebanyakan kasus, terapi perilaku kognitif cukup efektif untuk menyembuhkan insomnia.

Namun, jika Anda tidak dapat menemukan dokter atau terapis yang bisa membantu, Harris menyarankan Anda mencoba langkah-langkah ini.

1. Camkan dalam pikiran bahwa tempat tidur hanya untuk tidur dan seks

Jika Anda melakukan hal-hal lain di tempat tidur, seperti mengerjakan sisa pekerjaan kantor, menonton TV, atau melamun gelisah, berarti Anda telah mengembangkan kebiasaan yang akan menyebabkan insomnia.

Jika Anda terbangun di tengah malam dan tidak dapat segera tidur kembali, keluarlah dari kamar sekitar 20 menit.

"Jangan berbaring di tempat tidur lalu bolak-balik gelisah. Itu mengajarkan tubuh Anda bahwa tempat tidur adalah tempat untuk terjaga dan bukan untuk istirahat," kata Harris.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber SELF

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.