KOMPAS.com - Selama tiga dekade terakhir, ada banyak pemahaman keliru tentang HIV dan AIDS. Kesalahpahaman ini, kadang-kadang membawa pada perilaku yang justru dapat menyebabkan penularan.
Karena itu, meluruskan berbagai mitos dan kesalahpahaman itu menjadi sangat penting. Inilah sepuluh mitos yang paling banyak beredar mengenai HIV/AIDS.
1. Saya bisa tertular HIV jika berada di sekitar orang-orang yang positif HIV.
Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami
Fakta: Sama sekali tidak. HIV tidak menyebar melalui sentuhan, air mata, keringat, air liur, atau air seni. Anda tetap bisa berdekatan dan mengobrol dengan orang yang positif HIV tanpa tertular.
2. Nyamuk menyebarkan HIV.
Fakta: Karena virus HIV ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah dan cairan kelamin, orang menjadi khawatir jika virus menular lewat gigitan nyamuk.
Faktanya, beberapa penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh National Cancer Institute, menunjukkan bahwa tidak terjadi kasus penularan HIV, bahkan di daerah yang banyak nyamuknya.
Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika
3. Anda tidak bisa tertular HIV dari seks oral.
Fakta: Memang benar bahwa seks oral kurang berisiko daripada beberapa tipe hubungan seks lainnya.
Tapi, Anda tetap bisa tertular jika melakukan oral seks dengan pria atau wanita yang positif HIV. Menggunakan pelindung berbahan lateks (kondom) adalah salah satu cara mencegah penularan.
Baca juga: Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka
4. Saya heteroseksual, sehingga tidak akan mendapat HIV.
Fakta: Memang ada banyak pelaku homoseksual pria yang terjangkit HIV, tapi bukan berarti hubungan heteroseksual bebas risiko.
Data di Indonesia menunjukkan, bahwa kelompok yang paling banyak menderita HIV adalah ibu rumah tangga.
5. Saya pasti tahu jika pasangan saya positif HIV.
Fakta: Anda bisa memiliki HIV tanpa gejala apapun selama bertahun-tahun. Satu-satunya cara untuk Anda atau pasangan Anda mengetahuinya adalah dengan uji medis.