Jangan Maklum dengan Pikun

Kompas.com - 21/09/2016, 13:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Demensia yang oleh awam mungkin lebih dikenal sebagai pikun bukanlah suatu hal yang maklum di usia tua. Orang sering mengidentikan penuaan dengan penurunan kogntif. Pikun sering kali dianggap hal yang wajar terjadi pada orang tua.

Sebenarnya ada hal yang berbeda antara pikun dengan penurunan kognitif biasa pada orang tua. Tidak heran para aktivis demensia Alzheimer mengatakan Jangan Maklum Dengan Pikun. Hari ini 21 September diperingati sebagai Hari Alzheimer Sedunia.

Penyakit Alzheimer adalah penyakit pikun/demensia yang banyak ditakuti oleh orang tua. Saya selalu ingat Presiden USA Ronald Reagen jika bicara tentang Alzheimer. Walaupun meninggal di usia di atas 90 tahun, saya yakin beliau sudah tidak ingat siapa-siapa lagi sebelum meninggal dunia.

Kondisi yang parah dari Alzheimer bisa membuat orang seperti hilang ingatan semua memori yang ada di kepalanya dan hidup seperti di dunianya sendiri. Kesempatan kali ini saya ingin sedikit memberikan gambaran tentang bagaimana mengenali masalah pikun sejak dini dan bagaimana mengatasinya.

Bukan lupa biasa

Fungsi daya pikir/kognitif adalah suatu fokus gangguan pada pasien demensia. Beberapa fungsi kognitif berkaitan dengan fungsi di bawah ini :
1. Memori
2. Berkomunikasi dan Bahasa
3. Kemampuan untuk fokus dan memperhatikan sesuatu
4. Fungsi untuk menilai dan mempunyai alasan akan aktifitas yang dilakukan
5. Persepsi penglihatan

Pada pasien demensia, setidaknya dua fungsi kognitif utama tersebut di atas terganggu. Pasien dengan demensia biasanya memliki masalah dengan memori jangka pendek. Biasanya mereka memiliki masalah untuk hal-hal seperti lupa menaruh dompet, membayar tagihan, merencanakan dan mempersiapkan makan, lupa janji ketemu atau sekedar keluar bersama tetangga.

Fungsi memori jangka panjangnya sendiri kebanyakan tidak bermasalah, sehingga jangan salah jika mereka masih bisa menceritakan hal-hal di masa lalu dengan baik, tapi malah lupa jika ditanya makan apa saja sejam yang lalu. Ini yang sering dilupakan oleh keluarga pasien demensia. Keluarga biasanya masih menganggap ingatan pasien demensia cukup bagus karena masih mampu mengingat hal-hal yang lama.

Gejala perasaan dan perilaku

Kebanyakan pasien demensia yang berkonsultasi dengan saya di praktek lebih banyak mengalami gangguan dalam perasaan dan perilaku. Pasien biasanya dibawa oleh keluarga karena sering marah-marah dan mencurigai adanya orang yang mau berbuat jahat kepada pasien.

Pasien demensia juga sering mengatakan melihat sesuatu misalnya orang-orang yang sudah meninggal yang datang kembali. Gejala paranoid mirip pasien gangguan skizofrenia ini yang lebih sering dikenali keluarga dan akhirnya membawa pasien menemui psikiater.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X