Handoko Gani
Analis Kebohongan

Analisis kebohongan, anggota tim ahli kepolisian untuk kasus kriminal tertentu, trainer korporasi dan pemerintahan, termasuk KPK. || www.handokogani.com || @LieDetectorID

Analisis Rekaman CCTV yang Semakin Maju

Kompas.com - 28/05/2016, 11:11 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorTri Wahono

Seluruh situs berita online hari ini penuh dengan berita tentang Jessica Wongso, tersangka pembunuhan Mirna Salihin. Mulai dari daftar 37 barbuk (barang bukti) yang diserahkan Kepolisian kepada Kejaksaan hingga dokumentasi ekspresi Jessica di dalam proses perpindahan ke rutan Pondok Bambu.

Sejak terjadinya kasus ini hingga hari ini, entah berapa banyak pengamat yang membahas tentang kasus ini, termasuk tentang Jessica. Namun, mayoritas tidak memiliki CCTV. Hanya berdasarkan keterangan Jessica saat wawancara di sejumlah media, yang kemudian dipoles dengan teori psikologi dan kriminologi.

Padahal, setiap menit dan detik di dalam 9 CCTV di Kafe Olivier merupakan barbuk yang luar biasa penting sekali. Mulai dari kedatangan Jessica, duduk,  kemudian ke Kitchen Bar, dipotret di Kitchen Bar, dan seterusnya hingga bersama-sama keluar menuju klinik dokter di mal tempat kejadian perkara.

Analisis CCTV tersebut bisa betul-betul detail, per detik, per ekspresi wajah dan sikap tubuh, per individu, dan dalam setiap CCTV yang menyoroti.

Saya tidak akan membahas mengenai 37 barbuk tersebut. Apalagi, CCTV di Kafe Olivier karena kode etik. Namun, saya akan membahas sedikit contoh penggunaan CCTV di dalam pengusutan kasus kriminal hingga kasus terorisme.

Kebanyakan orang menganggap CCTV hanya bisa menunjukkan rekaman kejadian. Bila tidak ada kejadian, tidak terekam oleh CCTV. Benarkah demikian?

Anggapan ini adalah anggapan yang tidak sepenuhnya benar karena sebetulnya CCTV bisa dipergunakan untuk menunjukkan jejak seseorang saat sebelum, sedang, dan setelah melakukan tindakan kejahatan.

Rekaman CCTV bisa digabungkan dengan ilmu deteksi kebohongan, baik ilmu deteksi kebohongan non verbal (teknik analisa ekspresi wajah dan sikap tubuh) ataupun ilmu deteksi kebohongan verbal (teknik analisa kata-kata dan gaya bicara), ilmu psikologi, dan ilmu kriminologi.

Di masa depan penegak hukum atau polisi anti huru-hara tidak perlu khawatir dalam menangani demonstrasi. Software Facial Recognition dan Facial Expression akan membantu penanganan demonstrasi agar tidak terprovokatif atau berkembang menjadi demonstrasi destruktif.

Proses kerjanya sederhana yaitu demonstrasi terekam dengan kamera CCTV yang bisa merekam jarak jauh dengan sangat jelas. Identitas pendemo segera dikenali dengan software Facial Recognition versi canggih dari software yang biasa Anda pergunakan untuk log-in ke dalam komputer ataupun smartphone.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.