Lestarikan Dugong untuk Lamun dan Manusia

Kompas.com - 20/04/2016, 20:23 WIB
Induk dugong beserta anaknya di perairan Timor Leste. WikipediaInduk dugong beserta anaknya di perairan Timor Leste.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Tantangan

Pelestarian dugong hingga kini menghadapi tantangan. Persoalan mendasar diantaranya persebaran dan jumlah populasi dugong yang belum diketahui saat ini.

"Minimnya data dan informasi sebaran populasi dugong dengan tingkat ancamannya menyebabkan otoritas pengelola sulit untuk menentukan prioritas rencana aksi konservasi," kata Wawan Ridwan, Direktur Program Coral Triangle WWF Indonesia.

Tantangan lain adalah minimnya pengetahuan masyarakat bahwa dugong merupakan mamalia laut yang dilindungi. Ini terbukti dengan banyaknya kasus dugong yang diikat, dianggap sebagai piaraan.

"Masih ada juga masyarakat di Kutawaringin Barat yang menggemari daging dugong. Kalau ada daging dugong, pestanya lebih mewah dari pesta perkawinan," kata Wawan Kiswara.

Wawan Ridwan menambahkan, dugong juga kerap menjadi korban tangkapan samping. "Tapi ketika tertangkap, tak \dilepaskan. Kadang dipelihara hingga 12 tahun," katanya.

Simposium tentang dugong, kata Sekretaris Jenderal Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Dermawan akan menjawab sejumlah tantangan dalam pelestarian dugong.

"Target dua hari simposium ini, kita akan kumpulkan informasi terkini dari aspek ekologi dan ancaman dugong, buat status terkini tentang populasi dugong dan habitat lamun, serta bangun jejaring pemerhati dugong," jelasnya.

Ia menuturkan, KKP telah menyusun Rencana Aksi Nasional untuk pelestarian 20 spesies hewan laut di mana dugong adalah salah satunya.

Indonesia tahun ini dapat dana pelestarian dugong dari Mohamed bin Zayed Species Conservation Fund, United Nations Environment Programme (UNEP), Conservation of Migratory Species of Wild Animals (CMS), dan Global Environmental Facility(GEF).

"Dana yang didapatkan 829.353,2 US Dollar atau sekitar Rp 11 miliar untuk tiga tahun. Rencananya untuk program hingga akhir tahun 2018," jelas Agus.

Dengan dana itu, KKP dan pihak terkait akan memperkuat kebijakan nasional untuk konservasi dugong, meningkatkan kesadaran konservasi dugong, serta membangun upaya pelestarian berbasis komunitas.


Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X