Kompas.com - 11/04/2016, 14:33 WIB
Doktor Martin Spinrath, ahli Fisika dari Karlshure Institute of Technology, Jerman, berfoto dengan seluruh peserta kuliah singkat di kampus Binus ASO School of Engineering, Serpong, Sabtu (9/4/2016) KOMPAS.COM/ADHIS ANGGIANYDoktor Martin Spinrath, ahli Fisika dari Karlshure Institute of Technology, Jerman, berfoto dengan seluruh peserta kuliah singkat di kampus Binus ASO School of Engineering, Serpong, Sabtu (9/4/2016)
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Apakah teleportasi manusia itu memungkinkan? Pertanyaan ini mencuat dari bibir salah satu mahasiswa peserta kuliah singkat bersama ahli fisika dari Karlshure Institute of Technology, Jerman, Doktor Martin Spinrath.

"Hmm… Ada penelitian lain (yang khusus meneliti) tentang itu. Meski begitu, masih berbentuk barang kecil dengan jarak paling hanya 10 meter," jawab Martin.

Dia pun sempat tersenyum sambil menggaruk alis sebelum menjawab.

"Tapi, untuk ukuran teleportasi seluruh tubuh manusia harus diakui kita masih jauh dari (teknologi semacam) itu," lanjutnya dalam sesi tanya jawab kuliah singkat bertajuk "The Phisics Nobelprize 2015: Why Neutrions Matter".

Martin sengaja melancong ke Kampus Binus Aso School of Engineering (BASE), Serpong, untuk berbagi ilmu terkait neutrino—sebuah partikel elementer (fermion) yang lebih kecil dari elektron—dengan para mahasiswa teknik pada Sabtu, (9/4/2016).

Pertanyaan tentang teleportasi tersebut muncul karena fakta, bahwa neutrino merupakan partikel yang punya kemampuan menembus benda padat, termasuk Bumi.

"Jika kita bisa memahami neutrino lebih baik, (nantinya) kita bisa mempelajari Matahari dan inti Bumi tanpa perlu susah payah pergi ke sana," kata Martin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkembangan

Usut punya usut, sekitar 1960-an, para ilmuwan sebenarnya sudah berhasil menghitung jumlah neutrino, hasil dari reaksi nuklir yang menyebabkan matahari bersinar. Tapi, saat dikalkulasi di Bumi, hampir dua pertiga dari jumlah neutrino tersebut raib entah ke mana.

"Namun, teka teki ini akhirnya terjawab dari hasil penelitian Takaaki Kajita dan Arthur McDonald. Mereka bahkan berhasil meraih Nobel Fisika pada 2015 karena penemuan ini," kisah Martin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.