Kompas.com - 18/03/2016, 09:06 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
Khusus sleep apnea, para ahli memberikan penekanan khusus karena bahaya dan banyaknya jumlah penderita. Sleep apnea memiliki gejala yang sangat biasa, yaitu mendengkur. Akibat dari mendengkur juga tak sepele: hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kematian hingga impotensi. Bahkan sebuah jurnal kedokteran menyebutkan bahwa mendengkur merupakan faktor risiko yang lebih berat bagi kesehatan jantung dibanding obesitas dan peningkatan kolesterol.

Insomnia pun bukan lagi sekedar sulit tidur. Penyakit tidur seperti sindroma tungkai gelisah pun sering kali luput dari perhatian dokter. Walau pasien mengeluhkan rasa gelisah dan sulit tidur, penyebabnya belum tentu kecemasan. Sindroma tungkai gelisah disebabkan oleh gangguan pada saraf kaki hingga penderitanya sulit tidur karena dorongan untuk gerakkan kaki di tempat tidur.

Mewahnya Tidur

Harga yang harus dibayar saat tidur tak sehat sangatlah besar. Bayangkan potensi anak yang dibangun saat tidur hilang begitu saja akibat gangguan tidur yang dideritanya. Atau sekian nyawa hilang akibat kecelakaan karena mengantuk. Atau proyek milyaran rupiah hilang akibat ketidak telitian dalam membuat proposal.

Dalam masyarakat yang mengagungkan produktivitas dan prestasi, kita harus memiliki performa yang maksimal. Sayangnya kurang tidur tak dapat dilatih. Jika kita tidur kurang dari kebutuhan kita, otomatis performa kita kan menurun.

Jadi bagaimanakah kita bisa bersaing di era ini? Kesehatan tidurlah jawabannya.
Pandangan orang harus mengorbankan tidur untuk meningkatkan produktivitas sudah usah dan salah besar. Vitamin otak yang sesungguhnya adalah tidur sehat. Tidur yang sehat adalah langkah cerdas untuk meningkatkan produktivitas.

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia. Untuk manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas, mulai perhatikan kesehatan tidur. Prioritaskan kesehatan tidur hingga tidur bukanlah suatu kemewahan lagi.

Tidur yang baik adalah sebuah mimpi yang bisa diraih!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.