Kompas.com - 05/03/2016, 15:00 WIB
EditorTri Wahono

 KOMPAS.com — Tinggi badan astronot AS Scott Kelly (52) bertambah sekitar 2 inci atau sekitar 5 sentimeter setelah tinggal di stasiun antariksa internasional atau ISS selama 340 hari.

"Sesuai prediksi dan hanya sementara. Astronot bertambah tinggi saat berada di luar angkasa karena tulang belakangnya memanjang. Namun, akan kembali ke kondisi sebelumnya tak lama setelah kembali ke Bumi," kata juru bicara NASA Jeff Williams seperti dikutip CNN, Kamis (3/3/2016) lalu.

Perubahan tinggi badan selama di ruang tanpa bobot menjadi topik penelitian penting yang dikembangkan NASA untuk menyiapkan misi luar angkasa yang membutuhkan waktu lama seperti perjalanan ke Mars.

Perubahan di tubuh Scott Kelly tidak hanya dipelajari sebagai individu, tetapi juga dibandingkan dengan kondisi tubuh pasangan kembar identiknya, Mark Kelly, yang juga mantan astronot NASA.

Scott Kelly dan Mark Kelly terlibat dalam proyek penelitian untuk membandingkan kesehatan dan genetika keduanya. Dalam penelitian ini, NASA ingin membandingkan pengaruh gravitasi terhadap perkembangan tubuh manusia.

Baca:
Untuk Pertama Kali, Astronot Makan Salad yang Ditanam di Luar Angkasa 
Ini Bunga Pertama yang Mekar di Stasiun Antariksa

Astronot sering menjadi lebih tinggi di antariksa karena sendi tulang belakang manusia sedikit berimpit akibat gravitasi di Bumi.

Sebagai kembar identik, Scott dan Mark punya tinggi badan yang sama sebelum misi dilakukan.

Karena perubahan tinggi badan hanya sementara, Scott Kelly hanya punya waktu sebentar menunjukkan kalau ia lebih tinggi ketimbang pasangannya.

Scott Kelly kembali ke Bumi pada Rabu (2/3/2016) pagi menggunakan kapsul antariksa Soyuz milik Rusia bersama dua kosmonot Rusia Mikhail Kornienko dan Sergey Volkov. Kapsul yang membawa ketiganya mendarat dengan mulus di padang rumput Kazakhstan.

Ia saat ini memegang rekor sebagai astronot Amerika Serikat yang paling lama tinggal di antariksa setelah tinggal 340 hari di luar angkasa, mengelilingi bumi 5.440 kali, menempuh perjalanan sejauh 230 juta km, dan menyaksikan 10.880 matahari terbit dan terbenam.

Selain melakukan penelitian dampak pengaruh gravitasi terhadap tubuh, Scott Kelly juga bertani di luar angkasa bersama astronot lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.