Kompas.com - 12/10/2015, 20:35 WIB
Relief pendopo teras Candi Penataran Foto: Nawa Tunggal/KOMPAS Infografik: AndriRelief pendopo teras Candi Penataran
EditorYunanto Wiji Utomo

Oleh NAWA TUNGGAL

KOMPAS.com - Pagi yang cerah di Blitar, Jawa Timur, Senin (5/10/2015) lalu. Juru Pelihara Candi Penataran, Bondan Siswanto (52), hendak menjelaskan hal ihwal candi, tetapi tiba-tiba dia mengajak mengambil jalan pintas untuk mengunjungi relief candi yang menyimpan misteri. Misteri itu adalah kisah asmara dalam legenda Panji yang hingga kini, selama tujuh abad lebih, belum juga terkuak.

Tidak sulit merunut alur kisah relief yang dipahatkan di atas batu andesit yang ditunjukkan Bondan. Ia memulai dengan sosok laki-laki yang menggunakan tekes atau penutup kepala.

Mengenai tekes itu, Bondan mengutip Lydia Kieven, peneliti Cerita Panji dari Jerman. "Tekes yang dikenakan laki-laki itu mirip tekes yang digunakan suku Maya di Amerika Tengah sana," kata Bondan.

Sosok laki-laki ber-tekes itu dipahatkan duduk berjegang menghadap ke kanan. Kaki kanannya menopang kaki kiri. Tangan kirinya memegang gulungan (surat).

Runtutan relief tersusun ke arah kanan. Di depan laki-laki yang sedang duduk itu, ada sosok bertubuh kecil, seekor burung berjambul, dan sosok laki-laki lain yang berdiri.

Bergeser ke kanan lagi, tampak aneka pepohonan yang menggambarkan lebatnya hutan. Kemudian di sisi kanan tampak burung berjambul itu terbang. Di paruh burung itu ada gulungan surat yang semula dibawa laki-laki yang sedang duduk itu. Di bawah burung yang sedang terbang itu digambarkan lautan.

Bergeser lagi ke kanan. Burung hinggap di hadapan seorang putri yang ditemani perempuan yang lebih tua di belakangnya.

"Ini seperti mengisahkan seorang lelaki yang menahan rasa rindu kepada perempuan yang ada di seberang lautan. Lalu, ia menulis surat dan surat itu dibawa seekor burung untuk disampaikan kepada perempuan yang dirindukannya itu," kata Bondan.

Relief yang diceritakan Bondan itu ada di dinding Pendopo Teras, salah satu bangunan di area Candi Penataran. Dari buku panduan Memperkenalkan Komplek Percandian Panataran di Blitar karya Soeyono Wisnoe Wardhono, Pendopo Teras juga disebut batur pendopo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X